Breaking News:

MEMANAS, Rusia Mulai Keras Usir Kapal Perang Amerika Serikat Menjauh dari Krimea, Atau Hancur

Militer Rusia yang menempatkan 100 ribu pasukan darat bersama peralatan perang termasuk rudal balistik serta menghadilan 10 kapal perang di Laut Hitam

Editor: Alfred Dama
24h via Intisari.grid.id
Perang Dunia III Berpotensi Mulai dari Laut Hitam, Dua Kapal Perang AS Bakal Hadapi 10 Kapal 

POS KUPANG.COM -- Masalah memanasnya ketegangan antara Ukraina dengan Rusia ikut menyeret Amerika Serikat

Militer Rusia yang menempatkan 100 ribu pasukan darat bersama peralatan perang termasuk rudal balistik serta menghadilan 10 kapal perang di Laut Hitam diduga untuk memulai kampanye menyerbu Ukraina

Meskipun Ukraina bukan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO namun dukungan militer NATO untuk bekas negara Uni Soiviat itu tetap tinggi

Negara-negara NATO telah mengajukan protes keras mengenai gerakan pasukan Rusia di sekitar Ukraina

Pada Selasa (13/4/2021), Rusia menyebut Amerika Serikat sebagai musuh. Rusia juga memperingatkan agar kapal perang AS untuk menjauh dari Krimea demi kebaikan mereka sendiri. Moskow menyebut, penempatan kapal perang AS di Laut Hitam sebagai provokasi yang dirancang untuk menguji kesabaran Rusia.

Baca juga: Kapal Perang Sudah Saling Berhadapan di Laut Hitam, Rusia: Amerika Serikat adalah Musuh Kami!

Baca juga: Perang Dunia III Berpotensi Mulai dari Laut Hitam, Dua Kapal Perang AS Bakal Hadapi 10 Kapal Rusia

Baca juga: Negara-negara Eropa Cemas, Rusia Tempatkan Rudal Balistik di Perbatasan Ukraina, Bakal Perang Besar?

Reuters memberitakan, Moskow mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014. Sementara itu, dua kapal perang AS akan tiba di Laut Hitam pada pekan ini di tengah meningkatnya pertempuran di timur Ukraina, tempat pasukan pemerintah memerangi separatis yang didukung Rusia dalam konflik yang menurut Kyiv telah menewaskan 14.000 orang.

"Amerika Serikat adalah musuh kami dan melakukan segala yang dapat dilakukan untuk merusak posisi Rusia di panggung dunia," kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia.

“Kami tidak melihat elemen lain dalam pendekatan mereka. Itu adalah kesimpulan kami,” tambahnya seperti yang dikutip Reuters.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir semakin menipis.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada bulan Maret bahwa dia mengira rekannya dari Rusia, Vladimir Putin, adalah seorang pembunuh yang akan "membayar harga" atas tuduhan campur tangan dalam pemilihan AS - sebuah tuduhan yang dibantah oleh Moskow.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved