Minggu, 26 April 2026

Berita NTT

Bangun Wilayah Perbatasan Sebagai Serambi Depan Negara

Wilayah perbatasan memiliki arti yang sangat vital dan strategis dalam berbagai sudut pandang

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Suasana Talk Show Radio yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) di ruang Studio Biinmafo TV, Selasa 16 November 2021. 

"Ini terkait dengan politik anggaran yang harus kami dorong dan kami dukung, karena bagaimanapun buku suci Kabupaten TTU yang sudah kami Perdakan itu, merupakan mimpi atau konsep yang ditawarkan oleh bupati dan wakil bupati pada saat menjanjikan kepada seluruh masyarakat yang sudah kami Perdakan pada RPJMD itu sebagai pedoman. Maka kami akan melihat secara detail usulan dari pemerintah daerah sebagai eksekutor dalam berbagai kegiatan, yang kalau kita menganggap bahwa ini sangat menguntungkan masyarakat yang tinggal dikawasan perbatasan dan mendukung kehidupan mereka maka anggaran yang akan kami ploting pun, akan kami dukung dengan dana yang cukup besar", jelas Hendrik Bana.

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa DPRD tidak akan segan-segan memberikan dukungan besar dari sisi fiskal atau anggaran terkait dengan ide, gagasan dan konsep yang bagus dan bersifat pro rakyat dalam rangka pengembangan ekonomi di perbatasan.

Diakhir dari talkshow radio tersebut masing-masing narasumber menyampaikan harapannya dalam peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

"Sebagai wakil rakyat di Kabupaten TTU, tentunya saya mengajak kita semua untuk terus bekerjasama dan sama-sama kerja dalam rangka kita menjemput keberhasilan sehingga daerah Kabupaten TTU yang kita banggakan dan kita cintai ini bisa lebih cepat maju sesuai dengan harapan dan cita-cita kita", tegas Hendrik F. Bana.

Selanjutnya Nasir Abdullah menyatakan harapannya "Wajah perbatasan harus menjadi milik kita semua, untuk itu mari kita bangun image bahwa wilayah perbatasan adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita semua demi kesejahteraan masyarakat yang menghuni wilayah perbatasan tersebut".

"Dalam masa-masa Pandemi Covid-19 ini agar masyarakat perbatasan harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan lintas negara untuk mencegah masuknya Covid-19, karena dengan varian yang baru kita tidak tau tamu yang keluar masuk dan datang dari negara tetangga ini membawa virus atau tidak. Mari kita juga menjaga ketertiban di wilayah masing-masing, dan jika terdapat hal-hal yang mengganggu agar segera disampaikan kepada pihak yang bersangkutan dan menghindari tindakan main hakim sendiri. Dan saya juga mengajak kita semua untuk mensukseskan program vaksinasi di Kabupaten TTU, karena vaksinasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19", jelas Juandi David yang pernah menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten TTU.

Di akhir talk show radio tersebut, Orang somor satu di Kabupaten TTU tersebut mengajak seluruh masyarakat yang ada diwilayahnya untuk dapat menyesuaikan dengan tatanan kehidupan baru ini, yang artinya walau dalam pandemi ini, namun aktivitas dapat tetap berjalan, sehingga perekonomian masyarakat dapat terus bertumbuh dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut para perwakilan dari sejumlah tokoh penting yang ada di Kabupaten TTU, diantaranya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten TTU, Elvira Bertha Maria Ogom, Romo Djamu Kwan, Pr, mewakili Tokoh Agama, Ketua KADIN TTU, Kristoforus Haki, dan Mawar Lake Pohan selaku Ketua Yayasan Tapen Bikomi mewakili LSM. (*)

Baca Berita NTT Lainnya

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved