Berita Flores Timur
40 Pelaku UMKM Flotim Ikuti Pelatihan Pemasaran Digital
Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) di Kabupaten Flores Timur (Flotim) mengikuti pelatihan digitalisasi
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Sebanyak 40 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) di Kabupaten Flores Timur (Flotim) mengikuti pelatihan digitalisasi, branding pemasaran dan penjualan pada desa wisata homestay/pondok wisata kuliner, souvenir dan fotografi yang digelar dinas pariwisata dan kebudayaan Flotim di rumah bina Saron Larantuka selama dua hari, 17-18 November 2021.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim, Petrus Pameng Liku mengatakan kegiatan itu bertujuan memberikan pemahaman terhadap pelaku UMKM bagaimana caranya mempromosikan produk melalui media digitalisasi.
"Teknik pengambilan gambar, penyajian souvernir kuliner menjadi bagian tersendiri dalam pelatihan ini," ujarnya kepada wartawan, Rabu 17 November 2021.
Menurut dia, setelah mengikuti pelatihan, para pelaku UMKM langsung mempraktekkan dan diberi pendampingan hingga benar-benar mengaktualisasikan dalam bentuk promosi media digital.
Baca juga: Aplikasi Noa, Platform Digital Layanan Sewa Sepeda Ramah Lingkungan Pendukung UMKM di Labuan Bajo
"Pematerinya dari akademisi Universitas Udayana dan praktisi, penulis dan fotografer dari Sikka, Valentino Luis. Prakteknya nanti di desa lewokluok. Setelah dari sini, akan dibuat grup WhatsApp sebagai bentuk pendampingan," katanya.
Sementara Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli yang membuka kegiatan itu mengatakan, digitalisasi pariwisata merupakan bagian dari promosi. Dalam promosi wisata, kata dia, harus mengusung konsep pariwisata berbasis kebudayaan.
"Apa yang kita jual atau promosikan tidak bisa berdiri sendiri dia harus berbasiskan budaya yakni pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat, dinikmati masyarakat kita sendiri, baru dipromosikan untukmu dinikmati orang lain," katanya.
Ia meminta kepada seluruh pelaku UMKM agar dalam melakukan promosi wisata digital, wajib menkampanyekan premium wisata religius, Semana Santa Santa.
"Terserah mau promosi apa tapi taglinenya harus Semana Santa karena itu premiumnya Flotim. Orang datanh kesini selain menikmati kuliner, wisata bahari, budaya kita, tapi juga mau menikmati wisata religius," tandasnya.
Ia meminta dinas pariwisata Flotim agar kontinyu melakukan pelatihan supaya potensi daerah ini bisa dipromosikan ke luar dengan baik.
"Pariwisata itu bukan dilihat dari berapa PAD-nya, tapi berapa pendapatan perkapita masyarakat di lokasi wisata. Pariwisata, kebudayaan dan ekonomi adalah tiga hal penting dalam promosi wisata," pungkasnya. (*)
Baca Berita Flores Timur Lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/40-pelaku-umkm-flotim-ikuti-pelatihan-pemasaran-digital.jpg)