Selasa, 28 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 13 November 2021: Hiduplah dengan Doa

Doa merupakan ihwal menerima kenyataan bahwa manusia itu adalah makhluk fana, makhluk yang bergantung pada Allah dan terarahkan kepada-Nya.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Sabtu 13 November 2021: Hiduplah dengan Doa (Lukas 18:1-8)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Doa merupakan tindak keagamaan yang paling mendasar. Doa merupakan ihwal menerima kenyataan bahwa manusia itu adalah makhluk fana, makhluk yang bergantung pada Allah dan terarahkan kepada-Nya.

Seorang Uskup diminta memberi ceramah tentang doa. Beliau berkata, "Untuk saya pribadi, doa itu adalah di satu pihak 'Ya Tuhan, betapa indah-Nya Engkau' dan di lain pihak 'Tuhan, datanglah menolong saya'."

Sebagai titik tolak, diceritakan sebuah kejadian. Saat berkunjung ke sebuah rumah sakit, seorang ibu yang anaknya lagi terbaring sakit berkata, "Sungguh mengagumkan, betapa besar cinta para perawat terhadap orang yang menderita."

Spontan beliau pun berkata, "Ya Tuhan, betapa indahnya Engkau di dalam diri para perawat, di dalam pengabdian mereka. Karena semuanya itu datang dari tangan-Mu. Semuanya itu adalah suatu sinar dari keindahan-Mu yang menakjubkan."

Yesus menegaskan bahwa para murid harus berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Penegasan itu dibarengi dengan sebuah ilustrasi.

Di suatu kota ada seorang hakim yang tak takut pada Allah dan pada siapa pun. Tak seorang pun tak berani kepadanya.

Tapi menariknya, ada seorang janda yang selalu datang kepadanya dan memohon, "Belalah hakku terhadap lawanku."

Lantaran merasa terganggu dan mungkin terusik pikiran, "Koq berani amat nih janda, padahal yang lain pada takut." dikabulkanlah permintaan sang janda.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 11 November 2021: Selalu Bersama Tuhan

Di akhir cerita, Yesus membuat pernyataan dahsyat, "Hakim yang lalim aja bisa luluh hatinya, masa Bapa akan mengulur-ulur waktu sebelum menolong?" (Luk 18:7).

Kalau kita meyakini bahwa Bapa di surga itu mengasihi kita, mengapa kita mengulur-ulur waktu untuk datang kepada-Nya?

Bapa itu penuh kasih. Ia hanya tahu mengasihi kita demi kebaikan kita. Dia tidak pernah mengasihi untuk kepentingan-Nya.

Ia mempunyai segalanya. Ia menciptakan segalanya. Segala yang dibuat-Nya baik adanya. Tapi bukan untuk diri-Nya, melainkan untuk kebaikan kita.

Olehnya, tak ada satu alasan pun yang bisa digunakan untuk menunda, menghalangi, bahkan membatalkan kita untuk datang kepada-Nya dan berkata, "Betapa indahnya kasih-Mu" dan "Tolonglah saya, anakmu".

Kita pun bisa datang kepada-Nya dengan mengambil banyak bentuk: dari permohonan yang penuh gairah (Mzm 74), sampai protes bernada putus asa (Ayb 31); dari perdebatan yang nyaris kurang ajar (Kej 18:23-33; Yer 14:11-22), sampai keyakinan yang tenteram akan penyelenggaraan-Nya (Mzm 23; 27; 34); dari penyembahan, puji-pujian dan ucapan syukur (1 Taw 29:10-19), sampai pertobatan dalam kerendahan hati (1 Taw 21:17; Mzm 51).

Tapi sesungguhnya Yesus tak hanya memberi penegasan tentang persoalan doa atau nasihat supaya jangan lupa berdoa.

Soalnya, pada akhir penegasan-Nya, Yesus juga berkata begini, "Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Luk 18:8).

Rupanya konteks penegasan Yesus berada dalam bingkai wejangan-Nya tentang kedatangan Anak Manusia pada akhir zaman (lih. Luk 17:20-37).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 10 November 2021: Merintih kepada Tuhan

Ada rentang waktu hingga hari Kedatangan Anak Manusia. Rentang waktu itu kayaknya bisa panjang dan lama. Tapi bisa juga pendek dan ringkas.

Sikap paling penting dalam kurun waktu penantian itu adalah tetap berjaga, tidak lupa akan Tuhan. Caranya untuk tidak lupa adalah hidup dalam doa tidak jemu-jemu.

Maksudnya, bukan hidup hanya doa dari pukul 00.00 sampai pukul 24.00, melainkan seluruh hidup diwarnai dengan doa.

Mulailah hari dengan doa dan akhirilah hari dengan doa. Awalilah kerja dengan doa dan akhirilah kerja dengan doa. Lakukan apa pun dibarengi dengan doa.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 12 November 2021: Dia Pasti Datang

Jadi, doa adalah cara kita melihat kehadiran dan keindahan Tuhan, lalu mengarahkan pikiran dan hati kita tetap bersama Tuhan.

Dengan doa, kita hidup, kita bergerak dan kita berada di dalam Tuhan.*

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 13 November 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan Pertama: Kebijaksanaan 18:14-16;19:6-9

Jalan tanpa rintangan muncul di Laut Merah, dan rakyat melonjak-lonjak bagaikan anak domba

Ketika segalanya diliputi sunyi senyap dan malam telah mencapai puncak peredarannya yang cepat maka sabda-Mu, yang maha kuasa, laksana pejuang yang garang, melompat dari dalam surga, dari atas takhta kerajaan ke tengah-tengah negeri yang celaka.

Bagaikan pedang yang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus. Sambil berdiri tegak ia memenuhi seluruh negeri dengan maut.

Ia menjamah langit sambil berdiri di bumi.

Sungguh dengan taat kepada perintah-Mu seluruh tata ciptaan diubah sama sekali, supaya anak-anak-Mu jangan sampai mendapat celaka.

Maka nampaklah awan membayangi perkemahan, tanah kering muncul di tempat yang tadinya berair, jalan tanpa rintangan muncul dari Laut Merah, dan lembah kehijau-hijauan timbul dari empasan ombak yang hebat.

Di bawah lindungan tangan-Mu seluruh bangsa melewati tempat itu, seraya melihat pelbagai tanda yang menakjubkan.

Mereka pergi seperti kuda menuju padang rumput, dan melonjak-lonjak bagaikan anak domba, sambil memuji Engkau, ya Tuhan, yang telah menyelamatkan mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: 105:2-3.36-37.42-43

Refr.: Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan.

1. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.

2. Dibunuh-Nya anak-anak sulung di seluruh negeri, pangkal segala kegagahan mereka: Ia menuntun umat-Nya keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir.

3. Sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, yang disampaikan-Nya kepada Abraham, hamba-Nya. Ia menuntun umat-Nya keluar dengan kegirangan, dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak sorai.

Bait Pengantar Injil: Alleluya

Refr.: Alleluya

Ayat. Allah memanggil kita agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

Bacaan Injil: Lukas 18:1-8

Bukankah Allah akan membenarkan pada pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya?

Pada suatu ketika Yesus menceritakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemunya.

Ia berkata, "Di suatu kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun.

Di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, 'Belalah hakku terhadap lawanku.' Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak.

Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya, 'Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus-menerus datang dan akhirnya menyerang aku.'

Lalu Yesus berkata, "Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu!

Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya?

Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Aku berkata kepadamu, 'Ia akan segera menolong mereka.' Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?"

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved