Breaking News:

Laut China Selatan

Perang Energi di Laut China Selatan: China Target Pengeboran Indonesia dan Malaysia Baru

Kapal China lainnya bersamaan melakukan survei dasar laut di landas kontinen Malaysia sebagai pembalasan atas pengeboran baru di lepas pantai Sabah.

Editor: Agustinus Sape
amti.csis.org
Kapal partoli Haiyang Dizhi 10 dekat Fiery Cross Reef, 17 September 2021 

Perang Energi di Laut China Selatan: China Target Pengeboran Indonesia dan Malaysia Baru

POS-KUPANG.COM - Selama empat bulan terakhir, kapal-kapal China telah bersaing dengan aktivitas minyak dan gas Indonesia dan Malaysia di Laut China Selatan dalam contoh terbaru dari apa yang sekarang menjadi pola yang mapan.

Penegakan hukum China telah mempertahankan kehadiran terus-menerus di lokasi pengeboran baru Indonesia di utara Kepulauan Natuna sejak awal Juli dan sebuah kapal survei China melakukan survei dasar laut di zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan landas kontinen Indonesia.

Kapal China lainnya secara bersamaan melakukan survei dasar laut di landas kontinen Malaysia sebagai pembalasan atas pengeboran baru di lepas pantai Sabah.

Citra satelit dan data sistem identifikasi otomatis komersial (AIS) mengungkapkan beberapa pertemuan dekat antara Penjaga Pantai China (CCG) dan penegak hukum dan angkatan laut Indonesia, serta kunjungan kapal induk AS di dekat lokasi kebuntuan—tetapi tampaknya tidak banyak berpengaruh pada CCG.. Pada saat penerbitan, penegak hukum Tiongkok tetap aktif di lokasi pengeboran Indonesia.

Kisah terbaru tentang aktivitas minyak dan gas di Laut Cina Selatan dimulai pada 30 Juni ketika rig semi-submersible, Noble Clyde Boudreaux, tiba untuk mengebor dua sumur appraisal di blok Tuna Indonesia yang terletak sekitar 140 mil laut di utara Natuna Besar.

China segera merespons, dengan CCG 5202 tiba pada 3 Juli untuk berpatroli di dekat rig.

Indonesia segera mengirimkan KN Pulau Dana, kapal patroli Badan Keamanan Maritim Indonesia atau Bakamla, yang terlihat di AIS pada 3-4 Juli.

Pulau Dana adalah yang pertama dari rangkaian panjang kapal patroli dari Bakamla dan Angkatan Laut Indonesia yang mengunjungi rig dan mengejar kapal China selama empat bulan terakhir, termasuk KN Tanjung Datu, KN Pulau Marore, KN Pulau Nippah, KRI John Lie, dan KRI Bung Tomo.

Kapal patroli Indonesia biasanya mengunjungi daerah itu satu per satu, menghabiskan dua hingga empat hari di sana sebelum kembali ke pantai.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved