Breaking News:

Berita Pemprov NTT

Gubernur NTT : Gereja Wujud Nyata Pembangunan Sumber Daya Manusia

tentang masalah keyakinan dalam beragama tetapi gereja berperan penting di dalam sejarah kehidupan manusia

Editor: Rosalina Woso
Dok. Humas NTT
Upacara penthabisan┬ádan peresmian gedung kebaktian Jemaat GMIT Golgota Haumoro 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat menghadiri pentahbisan dan peresmian gedung kebaktian Jemaat GMIT Golgota Haumoro, sekaligus syukur ulang tahun ke 65 Jemaat tersebut, Kamis 11 November 2021.

"Gereja dalam sejarahnya telah ikut andil dalam perubahan yang terjadi di dunia ini. Itulah mengapa gereja sangat penting didalam pembangunan kemanusiaan, sosial, kebudayaan, ekonomi, politik, dan bukan saja tentang masalah keyakinan dalam beragama tetapi gereja berperan penting di dalam sejarah kehidupan manusia," ujar Gubernur Laiskodat.

Ia menjelaskan, gereja bukan saja tentang gedung yang dibangun megah, tapi gereja adalah semua. Dengan begitu menjadi sebuah gerakan besar untuk merubah NTT.

Kebangkitan atas gerakan tersebut, menurutnya, sama persis dengan  mendesain cara berpikir manusia,  melalui jalur pendidikan.

Baca juga: Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Kupang Libatkan Semua Elemen

Gubernur Viktor menyatakan visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera adalah sebuah keyakinan. Keyakinan visi yang akan membawa keberlanjutan dalam kepemimpinan yang baik kedepannya.

"Jika gereja dapat terus mendidik dan melatih mewujudkan visi tersebut, akan menjadi mimpi bersama dan dilanjutkan oleh generasi kemudian untuk menatap masa depan yang cerah," katanya.

Meski demikian, gubernur Viktor menyebut dalam melaksanakan ini pasti menemui kendala. Ia menyebutkan kemiskinan, stunting dan tingkat pendidikan yang belum merata menjadi tantangan.

"Semangat perjuangan  yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita, untuk itu saya ingin katakan bahwa ciri khas pengikut Kristus adalah menjadi pejuang keadilan dan pejuang kebenaran," tandasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery I. Y. Kolimon berpesan makna Golgota memiliki sejarah gerejawi dalam kaitan keilahian dan solidaritas sesama umat manusia.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Kupang Tersebar di 11 Kelurahan

"Nama Golgota tidak hanya menjadi sebuah nama, tetapi dapat berarti tempat kita bergumul, tempat kita belajar, menanamkan solidaritas,  bersyukur dan kiranya kita makin kuat dalam persekutuan, dewasa dalam iman, peduli kepada yang lemah dan mampu menjadi gereja yang bukan hanya membangun gedungnya tetapi juga jemaatnya," jelas Pdt. Mery

Dalam laporan ketua panitia, Yohanis Ora mengatakan bahwa perjuangan mendirikan gereja ini menghabiskan waktu 21 tahun lamanya dari tahun 2002.

"Gedung kebaktian ini dapat selesai dengan suatu proses, melalui pergumulan dan perjuangan yang luar biasa. Dan tepat di hari ini Gedung ini diresmikan Sinode GMIT dan Pemerintah Provinsi NTT, kami juga berharap semoga pergumulan kami kedepannya yaitu pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan, pengembangan ekonomi jemaat melalui pertanian," ucap Yohanis (*)

Berita Kupang Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved