Info Cuaca NTT
Tetap Waspada, Ini Ragam Ancaman Badai La Nina di NTT Yang Harus Diwaspadai
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT ingin BPBD di seluruh kabupaten kota sigap terhadap dampak yang mungkin disebabkn oleh ada
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT ingin BPBD di seluruh kabupaten kota sigap terhadap dampak yang mungkin disebabkn oleh adanya La Nina.
Berbeda dengan El Nino, La Nina sendiri adalah kondisi penyimpangan (anomali) suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya.
Kepala BPBD NTT, Ambrosius Koda, menghimbau BPBD di Kabupaten/Kota memperhatikan terus peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Memastikan peringatan dini tersebut tersampaikan ke warga masyarakat teristimewa di wilayah rawan banjir dan longsor," katanya, Kamis 11 November 2021.
Baca juga: Ingin Lolos ke Babak Delapan Besar EPA U-18 2021 ? Persija U-18 Wajib Kalahkan PSS Sleman U-18
Untuk diketahui La Nina berpotensi mengancam ketahanan pangan yaitu sektor pertanian dan perikanan.
Untuk itu pemantauan kondisi di wilayah masing-masing perlu diaktifkan guna memitigasi juga melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga di wilayah rawan bencana.
Simulasi penanganan darurat bencana hidrometeorologis untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologis ini perlu dimulai. Pemprov NTT juga akan segera menerbitkan instruksi gubernur khusus untuk untuk mitigasi ini.
Berdasarkan kajian risiko bencana, kata dia, potensi wilayah terdampak antara lain DAS (Daerah Aliran Sungai) Benenain yang melintas wilayah TTS, TTU dan Malaka serta beberapa daerah lain.
Baca juga: Masyarakat Ingin Menyaksikan Penutupan Peparnas XVI Papua ? Jangan Lupa Klik Link Berikut
Ancaman longsor juga tersebar di wilayah Flores pada umumnya yang topografinya lereng curam, wilayah Timor dan juga Sumba.
Pemerintah Provinsi NTT siap melakukan penanggulangan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
Sementara BMKG melalui Kepala Stasiun Meteorologi Klas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi pada keterangannya, turut memperingatkan beberapa hal di wilayah NTT. Hal tersebut menjadi peringatan dini dalam laporan cuacanya hingga 15 November 2021.
"Waspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, puting beliung yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor," ungkapnya, Rabu 10 November 2021.
Prakiraan BMKG, di tanggal 9 hingga 12 November 2021 umumnya sejumlah wilayah akan cerah berawan hingga berawan, berpotensi hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga sore hari.
Wilayah yang mengalami ini antara lain Pulau Timor, Pulau Rote, Sabu, Sumba, Flores, Pulau Adonara, Lembata, Lamakera, juga Pulau Alor dan Pulau Pantar di tanggal tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/la-nina-ok.jpg)