Berita Sikka
Sebelas Bulan Terakhir, Ada Enam Kasus Pembunuhan di Sikka
Anggota polisi yang terjun ke TKP langsung mengamankan tiga pelaku dugaan penggeroyokan atas Silvester hingga meninggal dunia
Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE--Selama Januari sampai November 2021 sudah ada enam kasus dugaaan tindak pidana pembunuhan.
Dari enam kasus itu pelaku dugaan tindak pidana telah ditangkap dan diproses secara hukum baik di kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.
Sesuai data dan rekapan POS-KUPANG.COM di Maumere, Kamis, 11 November 2021 pagi, kasus dugaan tindak pidana pertama, kasus dugaan penganiayaan atas pegawai tata usaha salah satu SMK Negeri di Maumere, Kabupaten Sikka.
Pengungkapan kasus ini berawal dari pelaku melaporkan kalau korban mengalami peristiwa laka bersamanya di jalan.Akan tetapi laporan itu tidak dipercaya keluarga korban.Keluarga pun melapor ke Polres Sikka.
Berkat kerja keras polisi akhirnya mengungkap kalau bukan laka tapi ada peristiwa pidana penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas.
Korban pada Sabtu 2 Januari 2021 sekira pukul 15.00 wita di Jalan Raya Wairhubing-Watuliwung Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae,Sikka.
Baca juga: BPBD Sikka Bantu Korban Angin Puting Beliung di Alok Timur
Korban dugaan penganiayaan bernama Elisa Kanisia (54), Staf Tata Usaha di salah satu SMK Negeri di Maumere yang beralamat di Wolonbetan, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
Pelaku tindak pidananya bernama Yohanes Julianus alias Juli (49) yang berprofesi sebagai tukang ojek.
Kedua, kasus dugaan penganiayaan hingga Silvester Aidopang tewas. Di mana korban bersama para pelaku meneguk alias minum moke putih, Minggu 9 Mei 2021 sore.
Menjelang malam korban Silvester lalu memalang kendaraan yang melintas di jalan raya Ojang Muding, Desa Nebe, Kecamatan Talibura.
Aksi palang jalan oleh korban ini ditegur para pelaku.Namun teguran itu tidak digubris hingga berujung korban dikeroyok hingga tewas di jalan raya.Kasus dugaan penggeroyokan dan penganiayaan di Desa Nebe, Minggu 9 Mei 2021 malam yang ditangani Polsek Waigete dan Polres Sikka.
Anggota polisi yang terjun ke TKP langsung mengamankan tiga pelaku dugaan penggeroyokan atas Silvester hingga meninggal dunia.Ketiga, seorang ODGJ diduga menghabisi dua warga hingga melukai 3 orang di Kampung Watuwolon, Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.
Pelaku melakukan aksinya pada Senin 16 Agutus 2021.
Pelaku bernama Romanus Resi yang merupakan warga Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.
Keempat, remaja 17 tahun bernama Yoris dihajar ketika pergi menghadiri pesta sambut baru di Desa Ipir, Kecamatan Bola bersama empat temannya. Yoris, Minggu, 26 September 2021 malam ditemukan bersimbah darah di jalan raya tepatnya di Desa Ipir, Kecamatan Bola.Yoris ditemukan dalam posisi tergelatak di jalan dan sudah tak bernyawa lagi dan sebagian tubuh penuh darah.
Diduga kematian Yoris karena ada perbuatan pidana sehingga ia meninggal dunia. Yang mana kasusnya saat ini telah dilaporkan ke Polsek Bola.Kelima, Marcelo Selestino Rosario, pemuda berusia 19 tahun, warga Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka dianiaya hingga meninggal dunia, Sabtu, 23 Oktober 2021 sekira pukul 00.30 wita.
Marcelo alias Celo dianiaya hingga tewas sesuai laporan Michael Melison Karo yang mendatangi Polsek Kewapante, Sabtu, 23 Oktober 2021 pukul 02.00 wita.Keenam, ASN di Sikka bernama Yohanes Viani Lidy, di Jalan Brai, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Tuimur, Kabupaten Sikka, Sabtu, 6 November 2021 malam dianiaya hingga tewas.
Terungkapnya kasus ini berma dari keterangan salah seorang warga selaku saksi mendatangi ruang SPKT Polres Sikka untuk melaporkan keajdian tersebut, Selasa, 9 November 2021 siang.
Atas keterangan saksi itu, aparat Polres Sikka lalu melakukan penanganan dan memeriksa saksi.
Yang mana awalnya korban menurut keluarga meninggal dunia karena sakit.
Korban pun telah dimakamkan keluarganya pada Senin, 8 November 2021.
Akan tetapi pada Selasa, 9 November 2021 siang ada saksi yang mendatangi Polres Sikka lalu menyampaikan korban meninggal dunia karena dianiaya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kantor-polres-sikka.jpg)