Berita Kota Kupang
Kota Kupang Masuk Daftar 10 Kota Smart City di Indonesia
Sedangkan soal smart ekonomi, yakni dengan tetap bertahan di tengah Pandemi Covid-19.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- "Saya berikan gambaran bahwa Kota Kupang saat ini masuk dalam 10 kota di Indonesia yang tergabung dalam kota Smart City. Tujuannya agar bagaimana kita mengangkat dan menjadikan kota ini menjadi lebih baik untuk pelayanan publik," .
Hal ini disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore, saat tampil sebagai pembicara dalam acara Kupang Online Fest yang berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota setempat, Rabu 10 November 2021.
Tampil sebagai host di acara ini adalah Winston Rondo.
Acara ini berlangsung secara offline maupun online.
Beberapa Keynote Speakers, yakni Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Deputi BI Perwakilan NTT, Daniel Agus Prasetyo, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe
Sedangkan Keynote Speakers yang hadir secara virtual, yakni Wakil Menteri Parekraf RI, Angela Tanoesoedibjo, Deputi Kewirausahaan, Siti Azizah mewakili Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, Ketua Umum Indonesia Creative City Network (ICCN), Fiki C.Satari, Pakar Tata Ruang dan Tata Kota Modern, Donatus Ara Kian, S.T,M.T.
Baca juga: Tetap Waspada, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Kupang Tertinggi di Kecamatan Maulafa
Menurut Jefri, Kota Kupang termasuk 10 kota yang tergabung dalam smart city.
"Ini tujuannya adalah agar kita mengangkat menjadikan kota ini menjadi kota yang baik," kata Jefri.
Jefri mengatakan, pariwisata, ekosistem bisnis daerah dan sebagainya. Bahkan, kondisi itu menjadi satu semangat bersama yang perlu dilakukan di Kota Kupang.
Kota Kupang disebut sebagai kota jika ada beberapa indikator -indikator.
"Saat saya masih menjadi anggota DPR RI, saya mengajak teman saya berkunjung ke Kupang dalam tugas kunjungan kerja. Saat tiba di depan Jembatan Liliba, kondisi sudah malam, lalu teman saya tanya, pak Jefri, kotanya masih jauh. Padahal kita sudah di dalam Kota," kata Jefri.
Karena itu, lanjutnya, setelah dirinya menjadi Wali Kota, Kupang, maka dirinya berbuat sesuatu agar orang tahu bahwa ini Kota Kupang, mulai dari Bandara, sehingga jangan lagi ada yang bertanya apakah kota masih jauh atau tidak.
"Saat itu teman saya tanya, karena apa,saat itu kota gelap gulita. Memang ada lampu tapi tidak jelas, sehingga kita terus berbenah diri, lewat berdebat di DPRD bahwa ini dibutuhkan di Kota Kupang, termasuk taman," katanya.
Baca juga: Tak Ada Lagi Kelurahan yang Zona Merah di Kota Kupang, 31 Kelurahan Sudah Zona Hijau
Dikatakan, banyak taman yang tidak terurus, bahkan banyak juga patung-patung yang rusak. Karena itu, menurut Jefri pemerintah saat ini menata semuanya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jefri-riwu-kore-saat-tampil-pada-acara-kupang-online-fest.jpg)