Breaking News:

Tips Sehat

Gejala Hipertensi Primer dan Sekunder, Kenali Perbedaannya

hipertensi adalah masalah kardiovaskular yang parah yang bahkan dapat menyebabkan serangan jantung dan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Editor: Eflin Rote
AndreyPopov
Ilustrasi mengukur tekanan darah 

Baik hipertensi primer maupun sekunder tidak menunjukkan gejala apapun pada kebanyakan kasus.

Baca juga: Waspada Penyakit Malaria Jelang Musim Hujan, Kenali Gejalanya Sejak Dini, Bahaya Jika Komplikasi

Bahkan jika tingkat tekanan darah mencapai tanda tertinggi, akan sulit untuk mengidentifikasi tanda-tandanya tanpa bantuan ahli medis.

Tetapi mungkin ada beberapa indikasi untuk mengetahui kita menderita hipertensi sekunder yaitu jika tekanan darah  tidak merespons pengobatan, tekanan darah sangat tinggi, dan tidak ada riwayat keluarga tekanan darah tinggi.

Hipertensi sekunder juga dapat ditandai dengan tidak kelebihan berat badan atau obesitas dan onset hipertensi yang tiba-tiba sebelum usia 30 atau setelah 55 tahun.

Baca juga: Kaki Bengkak Gejala 7 Penyakit Mulai Ginjal Liver Hingga Jantung, Cek Tanda Ikutan Lainnya

Mesin pemantau tekanan darah mencerminkan dua angka - sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah).

Angka atas untuk tekanan darah saat jantung berkontraksi dan angka bawah untuk tekanan saat otot-otot jantung berelaksasi.

Tingkat tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mm Hg) dan dikategorikan seperti:

- Tekanan darah rendah: Sistolik lebih rendah dari 90 mm Hg atau diastolik kurang dari 60 mm Hg.

- Normal: Sistolik kurang dari 120 dan diastolik kurang dari 80 mm Hg.

- Peningkatan tekanan darah: Sistolik di atas 120 mm Hg atau diastolik di atas 80 mm Hg. 

Artikel kesehatan lainnya

(GRID.HEALTH.ID)

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved