Breaking News:

Berita Malaka

Pemda Malaka Gelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak

perempuan cenderung kurang mendapat akses di berbagai bidang, terutama bidang pendidikan dan sumberdaya ekonomi.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Anak di Aula Susteran SSpS Betun, Jumat  5 November 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM, BETUN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Malaka, melaksanakan  kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.

Dalam kegiatan ini melibatkan remaja yang berusia 15 hingga 21 tahun, kelompok - kelompok  pemuda remaja  Katolik, remaja, dari Gereja Ebenhaezer, Remaja  Masjid,   Forum anak desa dari Desa Kamanasa, Desa Wehali, Harekakae, Lakekun, lakekun Utara,  dan Litamali.

Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Malaka, Josefina Bete Manek  menyampaikan hal ini melalui Sekertaris,  Agatha Ronela Bria, Kepada wartawan di sela-sela kegiatan di Aula Susteran SSpS Betun, Jumat 5 November 2021.

Agatha menyampaikan bahwa dengan adanya  kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak yang melibatkan pihak lingkup Daerah, akan terjadi sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini, lanjut Agatha, untuk penguatan kapasitas masyarakat melakukan dalam upaya perlindungan anak dengan mencegah secara mandiri permasalahan kekerasan terhadap anak yang terjadi di masyarakat. 

Baca juga: Polres Malaka Tindaklanjuti Laporan  Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan 

Menurutnya, data yang mereka terima kekerasan  di Kabupaten Malaka sudah mencapai 9 kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur di tahun 2021. Ia berharap kegiatan ini bisa diterapkan dan dapat memberikan dampak positif.

Dirinya mengakui masih ada  Anak perempuan yang mengalami diskriminasi karena persoalan gender dan usia. 

Dibandingkan anak laki-laki, anak perempuan cenderung kurang mendapat akses di berbagai bidang, terutama bidang pendidikan dan sumberdaya ekonomi.

Selain itu, perempuan juga lebih berisiko menghadapi kekerasan dalam berbagai bentuk, baik di rumah, sekolah, atau lingkungan yang lebih luas.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved