Berita Kupang
Panen Raya Bawang Merah di Kabupaten Kupang, Pasar Jadi Kendala
panen raya bawang merah di lahan milik SMK Hasael Puru, Dusun Puru Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang
"Hasil pertanian buah tangan SMK Hasael Puru berupa abon, daging se'i, Minyak VCO, Cake Marungga, Bawang Goreng dan lain sebagainya, akan dibantu Ketua Dekranasda Provinsi NTT ini, diganti kemasan lebih menarik bukan dari plastik, termasuk ijin Balai Pom akan diurusnya," katanya.
Baginya, kemasan harus diperbaiki. Dia berpendapat jika UMKM di NTT terus tumbuh, bukan tidak mungkin produk dari luar NTT tidak lagi beredar di wilayah ini, yang tentu diatur dalam peraturan daerah (Perda)
Bunda Paud NTT ini menerangkan, 90 persen mata pencaharian masyarakat NTT adalah petani, peternak dan nelayan.
"Jika ada yang katakan NTT susah, itu bohong. NTT tidak susah. NTT kaya akan segala potensi. Sang Semesta sudah siapkan berkat, tinggal bagaimana kita berpikir untuk menjadi berkat bagi diri sendiri juga orang lain," ujarnya.
Ia mengapresiasi Presiden Jokowi yang sudah banyak membantu NTT dalam pertanian, peternakan juga perikanan. Belasan kali presiden kunjungi NTT demi kesejahteraan masyarakat, karena itu optimisme untuk bangkit dan sejahtera harus ada.
Dia mengingatkan agar etos kerja di NTT perlu ditingkatkan. Julie Laiskodat mencontohkan jam kerja petani di Jawa 20 jam dengan 4 jam waktu istirahat. Sementara di NTT, justru terbalik. Jam kerja 4 jam dan justru jam istrihat jauh lebih banyak atau 20 jam. "Etos kerja seperti ini yang perlu dirubah,"tegasnya
Untuk persediaan pupuk, Ny.Julie Laiskodat menyarankan untuk menggunakan pupuk non subsidi, penggunaan pupuk organik (berupa kompos) seperti dari kotoran ternak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/panen-raya-bawang-merah-di-kabupaten-kupang-pasar-jadi-kendala.jpg)