Berita NTT
Alfamart dan ALFI NTT Bangun Kerja Sama dalam Rantai Pasok Logistik
ntuk mendukung program Presiden Jokowi dan Program Gubernur NTT, terkait suply chain atau rantai pasok dan mendorong distribusi logistik ke NTT, DPW
Penulis: Paul Burin | Editor: Ferry Ndoen
Alfamart dan ALFI NTT Bangun Kerja Sama dalam Rantai Pasok Logistik
Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Paul Burin
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Untuk mendukung program Presiden Jokowi dan Program Gubernur NTT, terkait suply chain atau rantai pasok dan mendorong distribusi logistik ke NTT, DPW ALFI (Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia) NTT telah bekerja sama dengan Alfamart di NTT agar semua wilayah di daerah ini mendapat distribusi logistik.
ALFI NTT sebagai pengusaha jasa pengurusan transportasi yang sudah terdaftar di setiap kabupaten menjamin kepastian barang dan jasa sampai di tangan konsumen.
"Artinya di sini akan menjadi pemasukan bagi daerah dan pengusaha lokal juga dapat menjadi pelaku usaha," kata Ketua DPW ALFI NTT, Charles Angliwarman dalam rilis yang diterima, Sabtu, 30 Oktober 2021.
Dengan kemitraan ini kata Charles, Undang-undang Cipta Kerja langsung terealisasi. Di mana kata Charles, aturan perundangan yang berlaku sedapat mungkin memberi ruang kepada pengusaha daerah untuk berbisnis atau mendapat pekerjaan.
Lapangan pekerjaan pun dapat dibuka bagi banyak orang.
Hadir dalam pertemuan di Hotel Aston Kupang, Kamis, 28 Oktober 2022, yakni Kooordinator Perizinan Alfamart NTT, Paulus Samador; Merchandise Alfamart, Eli Manafe bersama para pengurus Kadin NTT, Wakil Ketua Umum Kadin NTT, Bobby Lianto, anggota Kadin NTT, Blasius Lema, Yeskial Natoni dan Mersi Siobelan.
Wakil Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto menanggapi hal ini mengatakan bahwa langkah yang ditempuh seputar rantai pasok sebagai hal yang sungguh positif, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT. Dengan jaringan Alfamart yang luas kata Bobby, dapat memberi kemudahan suplai barang dan jasa bagi konsumen di NTT.
Menurut Bobby, manajemen produk Alfamart telah memiliki standarisasi. Karena itu tengah dipikirkan bagaimana agar produk-produk UMKM dari NTT dapat dijual di Alfamart. "Kita harus belajar tentang manajemen produk yang baik. Produk yang bersih, paking yang bagus serta higienis. Ini yang patut kita pelajari," katanya.
Dengan demikian kata Bobby, produk UMKM NTT dapat dijual di outlet-outlet Alfamart.
Dalam pertemuan dengan manajemen Alfamart menyepakati Alfamart akan melakukan sosialisasi kepada UMKM di NTT tentang standarisasi produk yang akan dijual di outlet-outletnya. (pol)