Berita Kupang
Save the Children Menginisiasi Pos Baca Desa
Ada sekitar 25 anak duduk melingkar di atas terpal di dalam kelas. Mereka bernyanyi dan mendengarkan cerita dengan gembira
Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ada sekitar 25 anak duduk melingkar di atas terpal di dalam kelas. Mereka bernyanyi dan mendengarkan cerita dengan gembira. Mereka difasilitasi oleh dua orang pemuda desa, yakni Nyongki Nenobesi (28 tahun) dan Renol Batmalo (32 tahun). Anak-anak menyebut mereka Ka Nyongki dan Ka Renol
Mereka adalah fasilitator masyarakat Desa Besmarak yang dilatih Save the Children melalui program School for Change untuk mendampingi anak-anak belajar dan bermain literasi.
Kegiatan ini dinamakan pos baca yang dilakukan sebanyak 21 sesi. Biasanya setiap hari Sabtu pukul 15.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita. Setelah selesai akan diulang kembali, termasuk dengan peserta yang baru. Yang terlibat adalah anak-anak kelas awal sekolah dasar. Pos Baca ini merupakan bagian dari pendekatan Literacy Boost (Percepatan Keaksaraan) dengan fokus pada Kesadaran Fonologi, Pengenalan Huruf, dan Kosa Kata.
"Anak-anak selalu antusias dan nyaman belajar bersama kami. Walaupun hujan mereka tetap datang dengan penuh semangat. Mereka sangat senang membaca buku-buku yang ada karena cerita yang menarik", demikian kata Nyongki.
Baca juga: Save the Children: Hari Ini Pembaca, Besok jadi Pemimpin
Kegiatan Pos Baca Desa bertujuan mendorong keterampilan anak dalam membaca di luar jam sekolah, atau wadah kegiatan keaksaraan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini mengambil konsep belajar literasi secara menyenangkan. Ada agenda sederhana yang fleksibel dan menyenangkan, tidak seperti pembelajaran dalam kelas.
Awalnya anak-anak bermain bebas, kemudian mereka bernyanyi, membuat agenda pembelajaran bersama, membaca buku cerita, membuat lalu memiliki, dan kemudian membuat jurnal yang kemudian dibawa pulang anak-anak sebagai hasil pembelajaran mereka. Sebelum anak-anak kembali, mereka meminjam dan mengembalikan buku yang terlebih dahulu yang sudah dipinjam untuk membaca di rumah.
"Kami senang datang belajar dan bermain di sini. Banyak buku bagus. Saya senang mendengarkan cerita atau membaca buku sendiri di pos baca," kata Jika Lete, anak anggota Pos Baca Desa Besmarak.
Kepala Sekolah SDG Biupu, Ibu Mariam Djula, S.Pd mengatakan bahwa kegiatan Pos Baca Desa ini bagus karena membangkitkan kecintaan dan minat membaca dan menulis anak-anak. Karena itu, menurutnya, kegiatan ini perlu terus dilakukan di desa. (*/pol)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/save-the-children-menginisiasi-pos-baca-desa.jpg)