Berita Ngada
Pelaksanaan Muspas KAE VIII di Bajawa Terapkan Prokes Ketat
dinyatakan positif Covid-19 sehingga diperkenankan untuk mengikuti kegiatan. Peserta diberikan juga masker serta hand sanitizer.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
Pelaksanaan Muspas KAE VIII di Bajawa Terapkan Prokes Ketat
POS-KUPANG.COM, BAJAWA--Keuskupan Agung Ende (KAE) kembali melaksanakan musyawarah pastoral (muspas). Muspas ke VIII yang dilaksanakan ditengah pandemi covid-19 ini menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Seluruh panitia baik VOC maupun SC termasuk Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota diambil rapid antigen oleh petugas dari seksi kesehatan Muspas VIII KAE di bawah koordinasi dr. Atty Due di Aula Paroki MBC Bajawa, Selasa 26 Oktober 2021.
Keesokan harinya, Rabu 27 Oktober 2021 setiap peserta sebelum melakukan check in di tiga tempat kegiatan masing-masing di rumah Ret-ret Kemah Tabor Mataloko, Susteran Sang Timur Bejo dan Biara OCD Bogenga peserta yang tidak membawa serta surat keterangan rapid tes antigen yang menyatakan negatif covid-19 langsung diambil oleh tes rapid antigen oleh petugas.
Ketua Umum Pelaksana Muspas VIII Paulus Soliwoa di sela-sela pemantauan kedatangan peserta di Susteran Sang Timur Bejo, Rabu 27 Oktober 202 menjelaskan bahwa kegiatan Muspas VIII di tengah masa pandemi covid 19 panitia wajib menawarkan protokol kesehatan covid 19 yang sangat ketat.
Baca juga: Anggota DPRD NTT Mersy Piwung Bantu 5 Juta Untuk Pembangunan Bak Penampung Air di SDN Ndora Ngada
Selain dibagi dalam tiga rayon setiap peserta diminta membawa serta dengan hasil rapid antigen negatif dan yang tidak membawa Surat keterangan tersebut panitia lakukan pengambilan Rapid Tes Antigen secara gratis.
" Semua panitia baik OC dan SC tak terkecuali Bapak Uskup Agung Ende telah melakukan pengambilan Rapid Tes Antigen dan semuanya dinyatakan negatif," ungkapnya.
Dijelaskannta, pengambilan rapid tes antigen untuk peserta juga telah dilakukan dengan baik dan hasilnya tidak ada peserta yang dinyatakan positif Covid-19 sehingga diperkenankan untuk mengikuti kegiatan. Peserta diberikan juga masker serta hand sanitizer.
Laporan dari Seksi Humas dan Publikasi Rayon Kemah Tabor, Boy Zanda kepada mengatakan bahwa, panitia muspas VIII KAE yang bertugas di Kemah Tabor mulai menerima tamu undangan dari Kevikepan Ende sejak pukul 11:00 Wita.
Diiringan lagu Ja'i, para tamu undangan ini diterima oleh 15 penerima tamu yang adalah siswa/i dari SMAK Regina Pacis Bajawa di bawah komando Frans Wogha, Jhoni Dopo dan Eda Ngole. Para penerima tamu mengenakan pakian adat dari etnis Riung, Soa, Bajawa, Nagekeo dan Ende
Baca juga: Bentuk Tim Pora di Kabupaten Ngada, Kanwil Kemenkumham NTT Lakukan Rapat Koordinasi
Selanjutnya, para tamu undangan kemudian diarahkan oleh panitia untuk melewati beberapa tahapan yakni cuci tangan, tes suhu, mengisi absen, rapit antigen, mengambil nomor daftar, nomor kamar, mengambil perlengkapan pertemuan berupa baju muspas, pen, buku tulis, dan langsung santap siang.
Dari hasil rapit antigen, untuk sementara, peserta yang hadir dinyatakan aman.
Salah satu peserta atas nama RD. Aloysius Mite dari Paroki St. Maria Woronio-Ende mengatakan bahwa panitia sungguh luar biasa karena mengemas acara dengan sangat baik. Dimana acara ini juga melibatkan semua unsur yakni gereja, pemerintah, OMK, generasi penerus yang adalah kelompok strategis gereja ke depannya.
"Acara penjemputan ini sungguh luar biasa karena melibatkan semua unsur yang adalah kelompok strategis gereja di masa depan," ungkapnya.
RD Aloysius juga memberikan apresiasi yang tinggi karena panitia sungguh sangat memperhatikan prokes yang ketat sehingga para peserta merasa nyaman dan yakin bahwa kegiatan ini akan berjalan dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/para-peserta-muspas-kae-viii-dilakukan-rapid-tes-antigen.jpg)