Breaking News:

Berita Sumba Timur

Percepat Vaksinasi, Pemkab Sumba Timur Sasar Wilayah Pinggiran

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur ( Pemkab Sumtim) saat ini mulai menyasar masyarakat di wilayah pinggiran

Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H, M.Si 

Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU – Untuk mempercepat capaian target vaksinasi sekaligus menurunkan kembali status dari PPKM Level 3 menjadi Level 2, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur ( Pemkab Sumtim) saat ini mulai menyasar masyarakat di wilayah pinggiran.

“Ini yang menjadi fokus perhatian kita mulai saat ini, karena masyarakat di luar kota atau daerah pinggiran itu yang menjadi persoalan selama ini,” kata Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, yang dihubungi POS-KUPANG.COM, Senin, 25 Oktober 2021 malam.

Dijelaskannya, penetapan PPKM Level 3 bagi Kabupaten Sumba Timur karena hingga tanggal 18 Oktober 2021 capaian vaksinasi dosis 1 belum sampai target yang ditetapkan pemerintah yakni 40 persen. “Tapi sekarang kita sudah capai target 40 persen,” kata Domu.

Meski sudah mencapai target, demikian Domu, Pemkab Sumtim akan terus gencar melakukan vaksinasi, terutama di wilayah pinggiran hingga mencapai 70 persen. “Bahkan kalau bisa hingga akhir tahun bisa mencapai 100 persen,” kata Domu penuh optimistis.

Baca juga: Update Covid Sumba Timur : Dua Hari Terakhir Tak Ada Kasus Baru dan Pasien Sembuh 

Sebelumnya, Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, mengatakan, kenaikan level dari PPKM level 2 menjadi PPKM Level 3 ditetapkan berdasarkan pertimbangan belum tercapainya standar vaksinasi di daerah tersebut. 

"PPKM yang jadi kebijakan pemerintah pusat prinsipnya kita siap laksanakan. Tapi harus dicatat, kita naik pada level 3 karena belum sampai 40 persen sebagaimana dipersyaratkan," ujar Bupati Praing, Sabtu 23 Oktober 2021.

Bupati Praing yang didampingi Sekda Domu Warandoy mengaku, selain di wilayah Kota Waingapu sebagai ibukota kabupaten, vaksin di wilayah kecamatan lain di luar kota masih menjadi persoalan. 

"Tingkat vaksin di puskesmas pinggir (luar) kota itu memang jadi persoalan, di samping memang kita terbatas tenaga kesehatan, pada saat yang sama juga, kita harus buat prioritas," ujarnya. Ia berharap dalam waktu tersisa, progres vaksinasi di Kabupaten Sumba Timur dapat mencapai target. 

Penetapan Sumba Timur menjadi PPKM Level 3 tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 54 Tahun 2021 yang diteken Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin, 18 Oktober 2021 lalu.

Dalam aturan teknis terkait PPKM Level 1-3 di luar Jawa Bali tersebut, ditetapkan tidak ada daerah kategori level 4 di NTT. Sementara itu, sebanyak 17 kabupaten/kota di NTT harus menerapkan PPKM Level 3

Selain Kabupaten Sumba Timur, ada pula Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Barat Daya di Pulau Sumba; serta Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Malaka di Pulau Timor. 

Ada pula Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai di Pulau Flores. Selanjutnya Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Rote Ndao. (kas)

Baca Berita Sumba Timur Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved