Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Oktober 2021: Kebijaksanaan Pohon Ara
Pohon ara adalah tanaman asli Asia Barat Daya, Israel, Siria, dan Mesir. Ia terkenal karena umurnya yang sangat panjang.
Renungan Harian Katolik Sabtu 23 Oktober 2021: Kebijaksanaan Pohon Ara (Luk 13: 1-9)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Ketika Tuhan mengizinkan kita bangun dan menikmati berkas cahaya matahari pagi yang menerobos dinding kamar, sesungguhnya Tuhan menghendaki agar kita bertobat dan terus membarui diri tanpa lelah.
Kesegaran berkas sinar matahari pagi menghadirkan harapan baru di tengah hidup yang diseraki berbagai kesulitan dan dilanda beragam derita.
Guliran waktu hidup kita yang kadang tidak kita sadari adalah momen berahmat yang amat pantas kita syukuri.
Fakta yang sangat mengagumkan adalah bahwa Tuhan tidak pernah lelah merawat hidup kita yang bergelimang dosa.
Dia begitu sabar - meminjam istilah orang Jawa - “mengeloni” diri dan hidup kita.
Tuhan merawat hidup kita dengan telaten. Kisah Pohon Ara merupakan simbol nasib hidup kita sebagai manusia rapuh.
Pohon Ara merupakan salah satu jenis tumbuhan yang paling sering disebutkan di dalam Alkitab.
Pohon ara adalah tanaman asli Asia Barat Daya, Israel, Siria, dan Mesir. Ia terkenal karena umurnya yang sangat panjang.
Meskipun bisa tumbuh liar, pohon ini kadang dibudidayakan untuk memperoleh hasil yang baik.
Ia mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, bahkan tumbuh dengan baik di tanah yang berbatu-batu.
Tingginya dapat mencapai kira-kira 9 meter dan memiliki cabang-cabang yang melebar.
Selain berharga karena buahnya, pohon ara ini juga sangat bernilai karena menjadi tempat naung bagi manusia dan hewan.
Di beberapa daerah sekitar Israel, daun pohon ara juga digunakan sebagai alat pembungkus makanan karena berukuran cukup lebar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)