Berita Ende
Romo Domi Nong : Waspada Politik Uang
Kalau menjadi wakil bupati dengan sekian banyak utang, karena uang - uang itu bukan uang pribadinya dia kan, itu kan utang
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM, ENDE - "Apakah pemilihan wakil Ende perlu uang, bukan dalam artian cost politik yah, tetapi money politik, permainan uang," kata Romo Domi, Selasa 19 Oktober 2021.
Sudah dua tahun kursi wakil Bupati Ende lowong. Sejak Djafar Achmad dilantik menjadi Bupati Ende oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, Minggu, 8 September 2019 lalu.
Djafar Achmad yang sebelumnya merupakan Wakil Bupati Ende itu diangkat setelah Bupati Ende Marsel YW. Petu meninggal dunia di Kupang, Minggu, 26 Mei 2019, hanya berselang 49 hari sejak mereka dilantik sebagai pasangan bupati - wakil bupati.
Marsel - Djafar (MJ), pada Pilkada Ende 2018 lalu, diusung tujuh partai politik (Parpol) yakni PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, PKS, NasDem, dan PKPI.
Perbincangan publik mulai ramai di ruang media sosial dan pemberitaan sejak pertemuan tertutup di Rumah Jabatan Bupati Ende, pada Sabtu 12 Desember 2020 lalu. (https://kupang.tribunnews.com/2020/12/13/Kasak-kasuk-Siapa-Wakil-Bupati-Ende-Ada-Pertemuan-Tertutup-di-Rujab).
Pasca pertemuan tersebut, Bupati Ende Djafar Achmad, dalam beberapa kesempatan, menyebut dirinya membutuhkan wakil bupati. Dia menginginkan proses pemilihan wakil bupati Ende cepat.
Baca juga: Ribuan Anak Lembata Menderita Stunting, Pemkab Targetkan Tuntas Tahun Depan
"Lebih cepat lebih baik," kata Bupati Djafar saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di Aula Lantai Star Mart Syuradikara, Jl. Wirajaya, Kota Ende, Sabtu 22 Februari 2021 lalu.
Dia bahkan sudah tiga kali menyurati partai-partai pengusung, bahkan sudah melakukan komunikasi secara individu.
"Kita bicara dalam bahasa-bahasa Endelah, soal kosongnya kursi wakil Bupati ini, jawabannya siap-siap terus," kata Bupati Djafar kala itu.
Bupati tegaskan, kursi wakil Bupati perlu diisi untuk menjawab kebutuhan sesuai kompksitas, kebutuhan dan aneka persoalan di Ende.
Namun, pandangannya juga jauh ke depan, jangan - jangan kursi wakil bupati Ende, menjadi batu loncatan untuk Pilkada 2024. (https://kupang.tribunnews.com/2021/02/20/membaca-agenda-politik-di-balik-kasak-kasuk-kursi-wakil-bupati-ende-ada-dua-nama-yang-mencuat).
Perjalanan panjang, dari tiga kandidat wakil Bupati Ende, Hery Wadhi, Domi Mere (Golkar) dan Erik Rede (Nasdem) akhirnya mengerucut ke dua nama, Domi Mere dan Erik Rede.
Kondisi hari ini, dua kandidat ini sudah menyerahkan berkas pencalonan dan tinggal menunggu pemilihan di bulan November 2021.
Baca juga: Pekan Literasi dan Seni SMAK Frateran Ndao Ende Hasilkan Murid Berprestasi
Dinamika politik pemilihan Wakil Bupati Kabupaten Ende, menyedot perhatian Romo Domi Nong, pemerhati politik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/domi-mere-dan-erik-rede-menyerahkan-berkas-pencalonan.jpg)