Senin, 11 Mei 2026

Berita Nasional

Jokowi Minta Harus Siaga, Presiden Sebut Kondisi Dunia Saat Ini Penuh Ketidakpastian

Jokowi Minta Harus Siaga, Presiden Sebut Kondisi Dunia Saat Ini Penuh Ketidakpastian

Tayang:
Editor: Gordy Donofan
Capture Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo 

POS-KUPANG.COM - Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

Presiden mengingatkan, semua pihak harus siaga menghadapi ketidakpastian tersebut.

"Sekali lagi kita harus mulai mengaktifkan ekonomi kita dan selalu siaga menghadapi semua hal yang tidak pasti," ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2021 secara resmi yang digelar di Istana Bogor, Rabu (20/10/2021).

Dia melanjutkan, kondisi dunia internasional saat ini juga penuh dengan sejumlah ketidakpastian dan keragu-raguan.

Baca juga: ICW Nilai Upaya Pemberantasan Korupsi Buruk Selama 2 Tahun Kepimpinan Jokowi-Ma’ruf

"Penuh dengan kompleksitas masalah yang sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi," ucapnya.

Dia kemudian mencontohkan, misalnya China dan beberapa negara Eropa mulai mengalami krisis energi. Kondisi ini sebelumnya tidak pernah diduga.

 Meski demikian, menurut Kepala Negara, Indonesia diuntungkan dengan kondisi ini karena harga sejumlah komoditas naik.

"Saya yakin daerah-daerah yang diuntungkan utamanya yang punya kelapa sawit, batubara senang semuanya. Yang punya nikel, tembaga semuanya senang karena ekonomi dan hasil komoditas akan merangkak naik. Insya Allah merangkak naik," ucap Jokowi.

Oleh karenanya, dia menyambut baik digelarnya Apkasi Otonomi Expo kali ini.

Menurut Jokowi, ajang ini bertujuan memperkuat kerja sama perdagangan antardaerah sekaligus memperkuat ekspor ke negara-negara lain. Ini termasuk untuk memperluas pasar ekspor baru.

Dia pun berpesan agar pasar dalam negeri yang sangat potensial, yang sangat besar harus diperhatikan.

"Jangan sampai pasar yang sangat besar ini diambil produk-produk negara lain," ucap Jokowi.

Baca juga: Jokowi Ungkap China dan Beberapa Negara Eropa Kini Krisis Energi Tapi Indonesia Diuntungkan, Kenapa?

BERITA LAINNYA:

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Dewi Anggraini mengatakan, pada tahun kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak ada perubahan signifikan dalam pemberantasan korupsi.

Menurut dia, Jokowi-Ma'ruf justru terus melanjutkan pemburukan pemberantasan korupsi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved