Rabu, 22 April 2026

Berita Kota kupang

Cegah Penularan Covid-19, Sekolah Ramah Anak Saat Pandemi Bantu Penerapan Prokes 5M

Sekolah ramah anak yang menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) 5 M membantu mencegah penuran Covid-19.

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Apolonia Matilde
POS-KUPANG.COM/Dokumentasi
Tim sekolah ramah anak bertemu Gubernur NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan berdasarkan data, anak dengan penyakit bawaan paling rentan terkena Covid-19 sehingga anak-anak tersebut harus bisa dipantau secara serius dan mendapatkan vaksinasi lengkap.

Hal ini disampaikan Gubernur Viktor Laiskodat saat audiensi perdana dengan Tim Sekolah ramah Anak Provinsi NTT di ruang kerja Gubernur dalam rilis yang diterima dari Unicef Perwakilan NTT.

Gubernur Viktor Laiskodat juga meminta untuk memperhatikan anak-anak umur di bawah 12 yang belum mendapat vaksin harus mendapat perhatian khusus ketika sekolah tatap muka dimulai.

Anak-anak hampir menghabiskan waktu terbaik mereka di sekolah atau kurang lebih 8 jam setiap harinya berada di lingkungan sekolah.

Artinya bahwa Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, bersih dan sehat apalagi di masa pendemi Covid-19 saat ini.

Baca juga: Satlantas Polres Ngada Gelar Sosialisasi Kamseltibcar Lantas Dan Prokes 6 M

Hal inilah yang kemudian mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi NTT bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Kementerian Agama Provinsi NTT, Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTT, Bappelitbangda Provinsi NTT selaku Ketua Pokja AMPL Provinsi NTT menggagas Webinar Series untuk menginisasi sebuah langkah proteksi dini melalui Sekolah Ramah Anak untuk Sanitasi dengan penerapan Sekolah Aman dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.

UNICEF sebagai lembaga PBB yang mendapat mandat untuk memastikan setiap Hak anak terpenuhi ikut mendukung kegiatan tersebut dengan menggandeng mitra Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi NTT.

Kegiatan yang akan melibatkan seluruh PAUD/RA,SD/MI SMP/MTs,SMA/SMK/MA, dan SLB di Provinsi NTT direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 - 13 Oktober 2021 di Kupang melalui sistem daring dan luring.

Gubernur NTT mengapresiasi gagasan dari kegiatan tersebut dan kembali menekankaan aspek kesehatan lingkungan dimana perilaku menjadi penting untuk diperhatikan karean berkorealasi dengan penyakit yang muncul di masyarakat.

Baca juga: Mengemudi Mobil Saat Ngantuk, Isak Warga Kota Kupang Tabrak Separator Jalan

Gubernur NTT mengatakan tugas pemerintah adalah memastikan orang sakit untuk segera menjadi sembuh dan memastikan orang sehat untuk tetap sehat.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas DP3A Provinsi NTT, drg. Iien Andriany, M.Kes menjelakan terkait dengan desain konsep webinar yang akan dilakukan sebanyak 3 series dengan peserta dibagikan kategori sekolah yang menjadi kewenangan provinsi di hari pertama dan sekolah yang menjadi kewenangan kabupaten/kota di hari kedua, hari pertama dan hari kedua membahas tentang pentingnya Air, Sanitasi dan Hygiene serta manajemen kebersihan dan Kesehatan menstruasi di sekolah/madrasah, sekolah/madrasah ramah anak, alokasi pendanaan untuk sanitasi di sekolah/madrasah, dan kebijakan pembelajaran tatap muka di NTT sedangkan di hari ketiga adalah materi tentang pentingnya pemantauaan 3M Covid-19, serta situasi terkini Covid-19, vaksinasi bagi pengajar dan remaja serta Protokol Kesehatan di Satuan Pendidikan dan Madrasah.'

Selanjutnya Kepala Bappeltibangda Provinsi NTT selaku Ketua Pokja AMPL Provinsi NTT, Kosmas D. Lana, SH, M.Si memaparkan kepada Gubernur NTT bahwa penyelenggaraan kegiatan ini digagas oleh Dinas DP3A Provinsi NTT dan berkolaborasi dengan Badan/Dinas terkait, Pokja AMPL Provinsi NTT bersama Kantor UNICEF Perwakilan NTT dan NTB dan HAKLI NTT.

Kemitran ini dibangun bersama untuk mencapai tujuan pembangunan air minum dan sanitasi yang aman untuk semua.

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan NTT dan NTB, Yudhistira Yewangoe menambahkan dukungan Sekolah ramah Anak di masa pandemi ini sangat penting karena akan membantu penerapan Protokol Kesehatan 5M sehingga dapat mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Baca juga: HUT ke 57, Partai Golkar Nagekeo Dukung Pemerintah Daerah Dalam Upaya Percepatan Vaksinasi

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved