Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Bupati dan Wabup Matim Turut Prihatin Atas Peristiwa Kecelakaan Lalu Lintas Camat Sambi Rampas

turut prihatin dan menyampaikan duka cita atas meninggalnya putri dari Camat Sambi Rampas dalam kejadian naas itu

Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Mobil Camat Sambi Rampas terlihat rusak usai alami kecelakaan lalu lintas. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG--Naas, yang dialami oleh Camat Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Robertus Nardin (48). 

Mobil dinas camat Sambi Rampas Toyota Hillux Double Cabin Warna Putih dengan No Pol EB 960 WJ  yang dikendarai sendiri oleh Camat Robertus Nardin, mengalami rem blong

Mobil meluncur dan menabrak batu karang yang ada di bahu Jalan lintas Flores jurusan Pota-Dampek, tepatnya di Jalan Raya Torong Kuru Baja, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu 16 Oktober 2021 pukul 14.25 Wita.

Akibat kecelakaan tersebut anak kandung Camat Sambi Rampas Yohana Nardin meninggal dunia, Istrinya Elisabet Leni Melni alami luka ringan sedangkan Camat Robert Nardin alami luka berat. Sedangkan mobil yang dikendarai mengalami rusak pada bagian depan serta kaca mobil pecah.

Atas kecelakaan kendaraan yang dialami oleh Camat Sambi Rampas dan keluarganya itu, Pemerintah Daerah melalui Bupati dan Wabup serta Sekda  Manggarai Timur menyampaikan turut prihatin dan menyampaikan duka cita atas meninggalnya putri dari Camat Sambi Rampas dalam kejadian naas itu.

Baca juga: Begini Penjelasan Bupati Manggarai Timur Terkait Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021

"Pimpinan Daerah mulai dari bapak Bupati, bapak Wakil Bupati dan bapak Sekda turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Bapak Camat Sambirampas dan berharap pak Camat dan keluarganya cepat dipulihkan. Dan juga menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah putri dari pak camat dan dilapangkan jalannya ke surga,"ungkap Kepala Bagian Prokopim Setda Manggarai Timur, Jefrin Haryanto, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 17 Oktober 2021.

Wakapolres Manggarai Timur, Kompol Ahmad, SH kepada POS-KUPANG.COM, Minggu 17 Oktober 2021, menjelaskan, kronologis kejadian berawal, Sabtu 16 Oktober 2021, sekitar pukul 14.25 Wita, pengemudi Robertus Nardin mengalami rem blong di Jalan Raya Trans Flores Pantura Pota-Dampek.

Kejadian itu disaat Robert  melihat papan kayu yang berada di tengah jalan, kemudian korban memberhentikan mobil dan menyuruh anaknya Jefry Nardin untuk turun dan menyingkirkan papan kayu serta mengambil batu ganjar mobil.

Namun tiba-tiba mobil tersebut bergerak meluncur menurun dengan sendirinya, dan saat itu juga korban Robert melakukan pengereman namun mobil tersebut tidak bisa dikendalikan karena akibat dari dari rem blong/kosong, sehingga mobil tersebut menambrak batu karang yang berada di pinggir badan jalan raya.

Baca juga: Manggarai Timur Rangking Dua Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2021

Korban Robert beserta penumpang yang terdiri dari Istri dan anak langsung di larikan ke Puskesmas Dampek.

Saat sampai Di Puskesmas Dampek untuk dilakukan tindakan medis, anaknya Yohana Nardin yang berumur 5 tahun mengalami pendarahan di bagian kepala dan banyak mengeluarkan darah melalui telinga sehingga nyawa anak tersebut tidak tertolong alias meninggal dunia.

Wakapolres Ahmad juga menjelaskan, berdasarkan laporan polisi Nomor LP : LP/B/   /X/2021/SPKT Polsek Lamba Leda/Res Matim/POLDA NTT bergerak cepat dengan melakukan Tindakan Polisi yakni menerima Laporan, mendatangi TKP, melakukan TKP dan mengecek korban di Puskesmas Dampek. (*)

Berita Manggarai Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved