Breaking News:

Salam Pos Kupang

Terima Kasih Atlet NTT

Dua hari menjelang penutupan event empat tahun sekali ini, kontingen NTT menambah satu medali emas

Editor: Kanis Jehola
Dok Pos-Kupang.Com
Logo Pos Kupang 

POS-KUPANG.COM-PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX Papua berakhir pada Jumat, 15 Oktober 2021. Dua hari menjelang penutupan event empat tahun sekali ini, kontingen NTT menambah satu medali emas dipersembahkan atlet kempo Lasim Djati yang berlaga di kelas randori 60 kg.

Dengan demikian, NTT mengoleksi lima medali emas. Empat medali emas lainnya dipersembahkan atlet muaythai Susanti Ndapataka, atlet tarung derajat Yosep Amor Meus, pesilat Jeni Elvis Kause dan atlet kempo Yustino Elmaser dan Dionisius Ramli dari nomor embu pasangan putri 1-DAN. Kontingen NTT juga mempersembahkan tujuh medali perak, enam dari kempo dan satu dari cabang olahraga cricket.

Sedangkan lima perunggu, empat di antaranya direbut dari cabang wushu, kempo dan pencaksilat. Wushu menyumbang satu medali perunggu sedangkan kempo dan pencaksilat dua medali perunggu.

Meski masih bersifat sementara, hasil ini diprediksi tidak jauh berbeda hingga hari terakhir pelaksanaan PON.

Sudah tentu pencapaian ini tidak sesuai target. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT menargetkan 10 medali emas dari 12 cabang olahraga yang diikutsertakan.

Baca juga: Pelatih Kontigen DIY Kabur dari Isolasi Covid-19 PON XX Papua 2021, KONI DIY Lakukan Klarifikasi

Beberapa cabang olahraga yang diunggulkan dan ditargetkan dapat meraih medali emas, yakni kempo sebanyak enam medali, tinju dua medali dan pencak silat dua medali.

Hasil kontingen NTT pada PON XX Papua ini juga tidak sebagus PON XIX di Jawa Barat tahun 2016. Pada waktu itu NTT mengumpulkan tujuh medali emas, tujuh medali perak dan sembilan medali perunggu.

Walau tidak mencapai target namun kita bersyukur atas hasil yang ditorehkan atlet- atlet NTT. Kita meyakini bahwa para atlet sudah berlaga dengan serius dan sungguh- sungguh.

Mereka telah menampilkan kemampuan terbaiknya demi harkat dan martabat daerah. Pada tataran ini kita patut menyampaikan terima kasih kepada kontingen NTT, atlet, pelatih dan manajer yang sudah terlibat.

Sejarah telah mencatat kontribusi mereka. Yang membanggakan adalah tidak ada kejadian yang mencoreng wajah NTT. Hal ini menjadi prestasi bersama.
Kita tidak serta merta menyalahkan atlet dan pelatih lantaran tidak bisa mempersembahkan medali. Kita harus lebih arif dan bijaksana serta obyektif dalam menilai setiap pertandingan dengan mengedepankan spirit sportivitas.

Mestinya kita juga harus menyadari bahwa kontingen atlet daerah lain tampil lebih baik sehingga mampu meraih medali. Mereka mempersiapkan diri jauh lebih baik dan siap bertanding hidup mati demi medali dan daerahnya.

Selain itu, kita juga harus melakukan evaluasi secara menyeluruh keterlibatan kontingen NTT dalam pelaksanaan PON, mulai dari persiapan hingga hasil yang dicapai.

Melalui evaluasi, kita dapat mengetahui kekurangan dan kelemahan untuk kemudian diperbaiki agar pada PON berikutnya kontingen NTT tampil lebih baik dan mendulang banyak medali. Semoga!

Baca Salam Pos Kupang Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved