Berita Manggarai Barat

Komodo Gigit Naturalist Guide, Ini Pesan Kepala Balai Taman Nasional Komodo Mabar

biawak komodo dewasa tersebut menyergap pangkal paha Anton dengan cepat. Anton berusaha untuk melepaskan gigitan komodo

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
LUKITA AWANG—Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Lukita Awang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Satwa Komodo menggigit seorang Naturalist Guide, Anton di area kerja penataan sarana prasarana (sarpras) wisata alam Resort Loh Buaya Taman Nasional Komodo (TNK), Rabu 6 September 2021.

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa 28 September 2021 pukul 16.50 Wita. 

Kepala Balai TNK, Lukita Awang berpesan kepada publik, lebih khusus wisatawan agar berhati-hati dan waspada saat berada di kawasan TNK. 

"Komodo itu wildlife, liar. Publik harus paham, lebih-lebih wisatawan. Harus hati-hati dan waspada," katanya. 

Lukita menjelaskan, komodo merupakan satwa liar yang tidak dapat diprediksi perilakunya. 

Reptil purba ini termasuk ke dalam tipe predator penyergap yang tampak ‘malas’, namun dapat bergerak dengan sangat cepat.

Menurutnya, biawak ini hidup bebas di Taman Nasional Komodo, sebelah utara dan barat tepian Pulau Flores, Pulau Ontoloe, serta Pulau Longos. 

Baca juga: Bupati Manggarai Barat : Digitalisasi Dongkrak Pariwisata di Labuan Bajo

Mengutip penelitian yang dilakukan oleh Darevsky (1963), Lukita menjelaskan, komodo dapat hidup hingga 50 tahun, sementara komodo yang berada di kebun binatang dapat hidup sampai dengan 16 tahun di kebun binatang Jerman dan 24 tahun di Kebun Binatang Taronga Australia berdasarkan King et al., (1993; 1999) dalam Murphy et al., (2015).

"Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rahman (2021) menjelaskan bahwa masyarakat di Kampung Komodo dan Kampung Rinca memiliki interaksi hubungan satwa liar-manusia yang mengagumkan, dimana masyarakat mempercayai bahwa biawak komodo merupakan bagian dari kerabatnya dan keduanya telah hidup berdampingan satu sama lain dalam waktu yang sangat lama. Meskipun demikian, masyarakat dan khususnya wisatawan hendaknya dapat lebih berhati-hati dan bersikap bijak dalam bertindak ketika memasuki kawasan Taman Nasional Komodo untuk menghindari terjadinya hal-hal yang kurang berkenan," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved