Breaking News:

Di Tanum Abbas Desa Camplong II Fatuleu

PKM FKH Undana Pemberdayaan Wanita Manfaatkan Bahan Lokal Terbuang Menjadi Pangan Berkualitas

Diajarkan untuk memanfaatan limbah jambu mete serta bahan lokal disekitar masyarakat desa yang selama ini dibuang.

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
istimewa
Tim FKH Undana pose bersama masyarakat Desa Camplong II, Kabupaten Kupang yang ikut pelatihan. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2021 ini merupakan serangkaian tahapan kegiatan transfer ilmu dan teknologi dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana kepada masyarakat Dusun Tanum Abbas, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT. Kegiatan ini bersumber pada hibah dana DIPA Undana tahun 2021. Kegiatan PKM ini merupakan tahapan lanjutan dalam memberdayakan wanita desa untuk memiliki pengetahuan sampingan lainnya selain menenun.

Adapun kegiatan menenun merupakan sumber mata pencaharian bagi para wanita di dusun Tanum Abbas. Dengan adanya kegiatan PKM ini, mama-mama penenun dilatih keterampilan lain yang memiliki peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga.  

Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari tim pengabdi yaitu Prof Frans Umbu Datta, M.App.Sc, PhD, drh. Cynthia Dewi Gaina, MTropVSc dan drh. Filphin Adolfin Amalo, M.Si.

Adapun tahapan kegiatan PKM yang telah dilakukan sebelumnya berupa pelatihan menenun yang ditandai dengan keikutsertaan mama-mama penenun pada kegiatan pameran UMKM pada tahun 2020. Kegiatan kali ini berfokus pada pemanfaatan bahan buangan yang berada disekitar rumah penduduk. Menurut info yang didapat dari Mama Lisa, salah satu penenun, bulan Agustus sampai dengan November adalah musim jambu mete, namun yang dimanfaatkan hanyalah kacang metenya saja dan dagingnya dibiarkan saja jatuh terbuang untuk diberikan ke ternak babi.

Dengan adanya kegiatan PKM ini, mama-mama diajarkan untuk memanfaatan limbah jambu mete serta bahan lokal disekitar masyarakat desa yang selama ini dibuang atau diberikan pada ternak menjadi bahan pangan lokal bernutrisi tinggi oleh kedua instruktur pangan lokal provinsi, Ibu Christin Yonanita Mboeik dan Ibu Novia Fauziah.

Hasilnya adalah daging jambu mete yang selama ini menjadi pakan ternak dijadikan berbagai macam pangan lokal bernutrisi bagi masyarakat, seperti manisan jambu mete, sirup jambu mete dan sambal jambu mete. Berdasarkan penelitian Isfanida dkk (2020), buah semu jambu monyet atau jambu mete (Anacardium occidentale l.) memiliki kandungan zat gizi antara lain: protein, karbohidrat, lemak, kalsium, vitamin B, vitamin C dan energi dengan kandungan senyawa aktifnya berupa fenol, kardol, saponin, tanin, alkaloid dan flavonoid.

Selain itu, seusai siaran pers dari Tim FKH Undana, menurut Dwipeni (2012), jambu mete memiliki segudang manfaat sebagai antikanker, antidiabetes dan antibakteri. Hal inilah yang menjadi dasar pemberdayaan Wanita desa Tanum Abbas, Desa Camplong II untuk memanfaatkan bahan lokal buangan menjadi pangan berkualitas melalui pendanaan PKM 2021.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan bahan pangan lokal dari sumber daya alam disekitar rumah yang selama ini sering dibuang dan dijadikan pakan ternak merupakan salah satu luaran kegiatan PKM ini. Hal lain yang diharapkan adalah jika hal ini ditekuni, maka ilmu ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga kelompok binaan di Tanum Abbas, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT.

Dengan demikian, transfer ilmu ini dapat terus berlanjut dengan adanya pendampingan berkala dari FKH Undana, Pemerintah Desa dan respon balik dari masyarakat penerima manfaat PKM. **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved