Selasa, 14 April 2026

Berita Kota Kupang

Prof Wilmientje dan Prof. Lince Dikukuhkan: Dua Srikandi Undana Jadi Guru Besar

Prof. Dr. Ir. Wilmientje Marlene Nalley, MS sebagai Guru Besar Fapet dan Prof. Ir. Lince Mukkun sebagai Guru Besar Faperta

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Prof. Dr. Ir. Wilmientje Marlene Nalley, MS 

POS-KUPANG.COM- Universitas Nusa Cendana ( UNDANA) kembali mengukuhkan dua orang Guru Besar hari ini, Kamis 30 September 2021.

Kedua Guru Besar tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Wilmientje Marlene Nalley, MS sebagai Guru Besar Bioteknologi Peternakan dan Ilmu Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan (Fapet) dan Prof. Ir. Lince Mukkun, MS., Ph.D sebagai Guru Besar Teknologi Pascapanen pada Fakultas Pertanian (Faperta).

Prof. Wilmientje Marlene Nalley menyelesaikan studi S3-nya Program Studi Biologi Reproduksi, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2006 dan sudah mengabdi di Undana sejak tahun 1985.

Dalam karirnya sebagai dosen, Prof. Wilmientje Marlene Nalley sudah banyak melakukan kegiatan Tridharma (pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat) yang sangat bermanfaat bagi Undana dan masyarakat.

Prof. Wilmientje Marlene Nalley juga pernah mengikuti International Course of Buffalo Reproduction and Reproductive Biotechnology di Faculty of Veterinary Medicine Chulalongkorn University, Thailand (2016) dan Technician Development & Service of Minitüb Germany di Tiefenbach, Landshut, Germany (2016).

Prof. Ir. Lince Mukkun, MS., Ph.D
Prof. Ir. Lince Mukkun, MS., Ph.D (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Dalam kegiatan pengukuhan hari ini, Prof. Wilmientje Marlene Nalley membawakan orasi ilmiah berjudul "Pemanfaatan Hipofisis Limbah Rumah Potong Hewan sebagai Sumber Hormon Alamiah untuk Meningkatkan Kinerja Reproduksi Ternak".

Kesimpulan dari orasinya menyebutkan potensi pemotongan ternak sapi yang cukup tinggi di NTT dan telah terbuktinya kemampuan ekstrak hipofisis untuk meningkatkan kinerja reproduksi, maka penelitian ke depan akan difokuskan untuk isolasi bahan dari hipofisis untuk diaplikasikan langsung pada ternak.

Dalam buku orasinya, Prof. Wilmientje Marlene Nalley menulis," pekerjaan ini tidak dapat saya lakukan sendiri, maka kerja sama lintas keilmuan dibutuhkan baik di dalam Undana atau lintas intansi".

Prof Wilmientje juga berharap adanya dukungan dari Bapak Dekan Fapet dan Bapak Rektor sangat dibutuhkan, agar ke depan, ekstrak hipofisis dapat diproduksi, dipasarkan dan dimanfaatkan secara optimal agar kinerja reproduksi ternak khususnya di NTT dapat ditingkatkan.

Sementara Prof. Lince Mukkun menamatkan S3-nya dari Postharvest Biology and Technology, Curtin University, Western Australia pada tahun 2004.

Prof. Lince Mukkun, yang sudah mengabdi sebagai dosen Faperta Undana sejak tahun 1985 merupakan Guru Besar perempuan pertama di Faperta, sekaligus Guru Besar ke-6 di Faperta.

Total Guru Besar Faperta sekarang adalah 5 orang. Sepanjang karirnya sebagai dosen, Prof. Lince Mukkun sudah menerbitkan tujuh buku referensi yang menjadi acuan bagi mahasiswa dan dosen. Selain itu, dalam enam tahun terakhir, Prof. Lince Mukkun sudah menghasilkan 21 artikel nasional dan internasional bergengsi yang berhubungan dengan agroteknologi dan 20 karya pengabdian kepada masyrakat.

Prof. Lince Mukkun juga adalah editor pada International Journal of Tropical Dry Lands (2017-sekarang) dan Reviewer pada Journal Food Process Engineering (Jurnal Scopus Q2) sejak tahun 2019.

Judul orasi ilmiah yang disampaikan pada acara pengukuhan ini adalah "Peranan Teknologi Pascapanen dalam Menekan Kehilangan Pangan dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat".

Prof. Dr. Ir. Wilmientje Marlene Nalley, MS
Prof. Dr. Ir. Wilmientje Marlene Nalley, MS (POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA)

Dalam buku orasinya, Prof. Lince Mukkun menulis dua kesimpulan penting tentang jagung dan sorgum.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved