Breaking News:

Berita Sumba Barat

Atasi Kelangkaan Ternak Babi di Sumba Barat, Pemerintah Persilahkan Pasok Babi Luar Kantongi Suket

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mempersilahkan warga boleh mendatangkan babi dari luar Pulau Sumba seperti

Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Kadis Peternakan Sumba Barat, drh.Hamadoku Wedo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/WAIKABUBAK----Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mempersilahkan warga boleh mendatangkan babi dari luar Pulau Sumba seperti Bali, NTB dan beberapa daerah lainnya di Indonesia guna mengatasi kelangkaan ternak babi di Sumba Barat khususnya dan Sumba umumnya.

Namun mendatangkan babi dari luar tersebut dengan syarat harus mengantongi surat keterangan pemeriksaan laboratorium polimerase chain reaction (PCR) bebas ASF.

Saat ini harga jual babi sangat mahal.  Hal itu terjadi karena persediaan ternak babi terbatas bahkan  nyaris punah akibat terserang virus ASF pada tahun 2020 hingga 2021.
Sementara itu permintaan terhadap ternak babi sangat tinggi seiring masih kuatnya pengaruh budaya masyarakat Sumba Barat.

Hampir setiap hari berlangsung acara budaya baik pesta budaya perkawinan, kematian dan lainnya. Setiap acara budaya Sumba Barat khususnya dan Sumba umumnya  membutuhkan babi. Karena itu warga relah mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah untuk memenuhi acara budaya itu.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat, drh. Hamadoku Wedo ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM  tentang upaya pemerintah daerah Sumba Barat mengatasi kelangkaan ternak babi di daerah itu yang memicu harga jual babi sangat mahal sebagaimana terjadi selama setahun terakhir ini di Waikabubak, Sumba Barat, Kamis 30 September 2021.

Menurutnya, saat ini, pemerintah Propinsi NTT membolehkan warga NTT kembali memelihara ternak babi setelah mengantongi hasil pemeriksaan uji laboratorium bebas ASF.

Dan untuk mengatasi kelangkaan  ternak babi di NTT, pemerintah Propinsi NTT mempersilahkan pemerintah daerah mendatangkan ternak babi dari luar NTT yang bebas ASF. Sebab dalam wilayah NTT hampir semua ternak babi terserang ASF.

Pemerintah Propinsi NTT tidak mematok kuota mendatangkan babi dari luar ke Sumba Barat. Semua tergantung kemampuan masyarakat sendiri.

Ia berharap dengan masuknya babi dari luar dapat menstabilkan harga babi di Sumba Barat yang sangat mahal sebagaimana terjadi selama setahun terakhir ini. *)

Berita Sumba Barat Berteman Lainnya :

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved