Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: Melayani Orang Kecil
Yesus berkata bahwa bila kita ingin menjadi yang terdahulu, terdepan, terbesar, kita harus menjadi yang terakhir dan pelayan semuanya.
Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: Melayani Orang Kecil (Luk 9: 46-50)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Saya mengunjungi Biara Trapis Lamanabi beberapa kali di Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur.
Dulu, jalan ke Lamanabi ibarat menuju neraka yang diceritakan guru agama persis seperti pernah jalan-jalan ke sana.
Sekarang, jalan ke Lamanabi mulus, aspal licin persis jalan tol.
Menarik bahwa di biara ini, selalu ada satu frater yang menunggu sepanjang hari untuk menerima tamu yang berkunjung.
Jika ada kelompok yang berkunjung, komunitas akan menjamu dan melayani dengan penuh kasih.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 26 September 2021, Minggu Biasa XXVI: Radikal
Filosofi sederhana yang mereka hidupi: tamu yang datang adalah Tuhan yang mengunjungi dan memberkati komunitas.
Mereka akan melayani dengan tulus hingga tamu kembali. Mereka melayani Tuhan yang datang dalam diri semua orang yang mengunjungi biara indah yang dikelilingi perkampungan sekitar.
Orang-orang sederhana yang berkunjung benar-benar merasakan sentuhan kasih dalam pelayanan yang murni.
Orang-orang yang tidak hanya berkontemplasi untuk memupuk kerohanian personal yang egoistis tapi menebar kebaikan sebagai ungkapan kesalehan sosial.
Yesus berkata bahwa bila kita ingin menjadi yang terdahulu, terdepan, terbesar, kita harus menjadi yang terakhir dan pelayan semuanya.
Kita menjadi besar ketika kita melayani semua orang. Terutama orang-orang kecil yang dianggap tidak penting dan terabaikan dalam struktur dan stratifikasi sosial.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: Beda Pola Pikir
Yesus telah menunjukkan teladan hidup-Nya yaitu bahwa kebesaran sejati diukur dari kesediaan seseorang untuk melayani dan menjadi berkat bagi orang lain.
Yesus menginsyafkan kita bahwa menjadi pengikut-Nya yang sejati berarti berjuang mematikan hasrat untuk dihormati, dimuliakan dan dilayani. Kita mesti mengubah keinginan infantil itu menjadi semangat melayani demi kehormatan martabat manusia dan kemuliaan Tuhan.
Kita perlu mengenakan hati seorang hamba dengan jalan merendahkan diri sendiri demi kemuliaan Tuhan melalui pengarusutamaan pelayanan kepada sesama.
Banyak tokoh kemanusiaan yang sesungguhnya tidak dikenal tapi karya pelayanan kemanusiaannya mengubah mereka dari kekecilan diri menjadi sosok yang besar.
Ibu Teresa dari Kalkuta melayani orang-orang kecil yang dianggap tidak berharga dan terbuang di jalanan, miskin papa, sakit dan lanjut usia.
Ia bersama pengikutnya merawat semua orang penuh cinta. Perhatian, cinta dan pelayanan tulus membuat orang-orang sederhana itu merasakan kenikmatan martabat sebagai citra Allah.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 23 September 2021: Rasa Cemas
Orang-orang ini mengakhiri hidupnya dalam penderitaan saat tidur di pangkuan Ibu Teresa. Mereka pergi kepada Bapa dalam kehormatan sebagai manusia bermartabat, diliputi sukacita dan kebahagiaan.
Cinta yang lahir dari hati yang tulus akan mengalirkan kebahagiaan sempurna bagi sesama.
Di Indonesia, Romo Mangunwijaya berani keluar dari kemapanan dan kenyamanan dinding pastoran dan hidup bersama orang-orang miskin, terbuang, sampah sosial dan gelandangan di pinggir Kali Code Yogyakarta.
Ia bersama orang-orang terpinggirkan ini melawan arogansi kuasa yang hendak menggusur sesama dengan dalih aturan negara dan tata tertib umum.
Profesionalismenya sebagai arsitek telah mengubah kawasan kumuh Code itu menjadi wilayah yang indah hingga mendapatkan penghargaan dari luar negeri.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 27 September 2021: Beda Pola Pikir
Biasanya karya-karya sosial kemanusiaan ini jarang diapresiasi orang sendiri. Orang luarlah yang membuka mata kita untuk melihat keindahan karya anak bangsa sendiri.
Karya sastra dan arsitektur menyatu dengan denyut nurani rakyat kecil. Tokoh-tokoh dalam novel-novelnya adalah orang kecil, orang biasa yang menghadirkan nilai kebaikan dan kebenaran.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 27 September 2021:
Bacaan I : Zakharia 8:1-8
Aku akan menyelamatkan umat-Ku dari timur sampai barat
Datanglah sabda Tuhan semesta alam, bunyinya: Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Aku berusaha untuk Sion dengan kegiatan besar dan dengan kehangatan amarah yang besar.”
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Aku akan kembali ke Sion dan akan tinggal di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung Tuhan semesta alam akan disebut Gunung Kudus.”
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek yang duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya. Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak-anak laki-laki dan perempuan yang bermain-main di situ.”
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Kalau pada waktu itu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib?” demikianlah sabda Tuhan semesta alam.
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, “Sesungguhnya Aku akan menyelamatkan umat-Ku dari timur sampai ke barat, dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka tinggal di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran.”
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan: 102:16-18.19-21.29.22-23
Refr.: Tuhan sudah membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya
- Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
- Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
- Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu, supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.
Bacaan Injil: Lukas 9:46-50
Yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar
Sekali peristiwa timbullah pertengkaran di antara para murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka.
Karena itu, Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya.
Lalu Ia berkata kepada mereka, “Barangsiapa menerima anak ini demi nama-Ku, dia menerima Aku.
Dan barangsiapa menerima Aku, menerima Dia yang mengutus Aku. Sebab yang terkecil di antara kalian, dialah yang terbesar.”
Pada kesempatan lain Yohanes berkata, “Guru, kami melihat seseorang mengusir setan demi nama-Mu, dan kami telah mencegahnya, karena ia bukan pengikut kita.”
Tetapi Yesus menjawab, “Jangan kalian cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kalian, dia memihak kalian.”
Demikianlah Injil Tuhan
Syukur kepada Allah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)