Breaking News:

KKB Papua

Kampanye Teror KKB Papua Melumpuhkan Upaya Pembangunan Papua dan Papua Barat

Legislator senior pada hari Kamis mengklaim bahwa beberapa pejabat tinggi di pemerintah provinsi dan daerah Papua mungkin mendanai KKB Papua

Editor: Agustinus Sape
Youtube/Kompas TV
Helikopter TNI yang mengevakuasi sembilan tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok Pengunungan Bintang Papua tiba di Jayapura, Sabtu 18 September 2021. 

Kampanye Teror KKB Papua Melumpuhkan Upaya Pembangunan di Papua dan Papua Barat

POS-KUPANG.COM - Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya khusus untuk mempercepat pembangunan daerah di Papua dan Papua Barat untuk membawa perubahan mendasar yang memungkinkan mereka untuk mengejar ketinggalan dengan provinsi lain di negara ini.

Untuk mendorong pemerintah menggenjot pembangunan di dua provinsi timur itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan RUU Perubahan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua No.21 Tahun 2001 pada 15 Juli 2021.

Ketua DPR Puan Maharani menyoroti pentingnya RUU yang baru diundangkan, dengan mengatakan itu sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat asli Papua di Papua dan Papua Barat.

Menanggapi pengesahan RUU tersebut, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan disahkannya undang-undang otonomi khusus Papua yang direvisi oleh DPR pada bulan Juli merupakan tonggak untuk pembangunan berkelanjutan.

Ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan semua orang asli Papua di Provinsi Papua dan Papua Barat, katanya.

Baca juga: Penangkapan Oknum ASN Yahukimo Pemasok Senjata untuk KKB Papua Didukung Barang Bukti

Namun, sementara pemerintah telah melakukan upaya menuju Barat mencapai pembangunan berkelanjutan di Papua, teroris separatis Papua atau KKB Papua telah mengganggu pembangunan tersebut melalui kampanye teror.

Pada 2 Desember 2018, misalnya, sekelompok teroris Papua membunuh secara brutal 31 pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kecamatan Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Kampanye teror KKB Papua terus berlanjut tahun ini. Pada 8-9 April 2021, teroris separatis Papua menembak mati dua guru dan membakar gedung sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di kecamatan Beoga, kabupaten Puncak.

Pada 22 Agustus 2021, kelompok teroris menyerang beberapa pekerja konstruksi PT Indo Mulia Baru, yang bertanggung jawab untuk membangun jembatan di Sungai Brazza di distrik Yahukimo.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved