Breaking News:

Berita NTT

13 Kura-kura Rote Dipulangkan dari Singapura

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memulangkan 13 kura-kura leher ular atau kura-kura Rote dari Singapura

Editor: Kanis Jehola
Kompas.com
Kura-kura Leher Ular (Chelodina mccordi) ditunjukkan saat rilis terkait kasus penyelundupan satwa di Gedung Balai Instalasi Karantina Hewan dan Tumbuhan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/9/2017). Sebanyak 65 ekor kura-kura, 9 ekor ular, 5 ekor biawak, 10 ekor buaya, 4 ekor musang, dan 8 ekor lintah diamankan pihak karantina hewan saat penyelundupan di dalam 4 koper berukuran besar melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.(KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memulangkan 13 kura-kura leher ular atau kura-kura Rote dari Singapura.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT Arief Mahmud mengatakan, kura-kura Rote (Chelodina mccordi) yang dipulangkan terdiri atas enam kura-kura jantan dan tujuh kura-kura betina dengan kisaran usia enam tahun.

Ia menjelaskan, kura-kura Rote merupakan satwa endemik Indonesia yang hanya ditemukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur dan tergolong sebagai satwa yang terancam punah.

Menurut lembaga internasional untuk konservasi alam (International Union for Conservation of Nature's/IUCN) kura-kura Rote statusnya critically endangered (CR) atau kritis.

Arief mengatakan, repatrasi kura-kura Rote dari Singapura merupakan bagian dari upaya untuk memulihkan populasi kura-kura Rote di alam.

Saat tiba di NTT, kura-kura Rote yang dipulangkan dari Singapura masing-masing ditempatkan di dalam kotak, yang penutupnya langsung dibuka saat tiba di lokasi karantina. Setelah didata, kura-kura langsung dipindahkan ke kotak kaca yang sudah diisi air.

Kura-kura Rote yang dipulangkan dari Singapura akan menjalani proses habituasi di tempat penangkaran di Kota Kupang sebelum dilepaskan kembali ke habitat aslinya di Rote Ndao.

"Ini dilakukan untuk mencegah jangan sampai dari sejumlah ekor kura-kura itu ada yang sakit pada saat dilepaskan ke habitatnya di Rote," kata Arief.

"Nanti setiap hari akan terus dipantau perkembangan mereka. Kita berharap semuanya sehat-sehat saja sehingga nanti bisa kita lepaskan di habitatnya," ujarnya menambahkan. (ant)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved