Breaking News:

Berita Kabupaten Kupang

Sekda Kabupaten Kupang : Pola Pembinaan Anak Tempo Dulu Terlampau Keras

aturan diadakan untuk  memberi penguatan kepada anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya. 

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/PAUL BURIN
Bill Nope (kiri) dari Undana, Kupang membahas Ranperda didampingi moderator Thomas Polin, Kabid  Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kupang bersama Benyamin Leu (kiri) dari Save the Children, Kupang. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Paul Burin

POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Pola pembinaan anak pada masa lalu  ternyata  sungguh keras. Banyak anak yang mengalami kekerasan baik oleh guru di sekolah maupun oleh orangtua  di rumah sehingga menjadiknnya tak berdaya. 

"Saya juga merupakan produk masa lampau yang ketika itu cukup mengalaminya. Tapi, sekarang pola mendidik anak menggunakan aturan. Jadi, anak-anak tak mengalami kekerasan- kekerasan lagi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Ir. Obet Laha ketika membuka Pertemuan Tim Eksekutif Kabupaten Kupang dalam Rangka Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kupang tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak di Oelamasi, Rabu, 22 September 2021. 

Diskusi ini merupakan kemitraan antara Pemkab Kupang dan NGO Save the Children. Hadir kalangan kampus, dinas-dinas terkait, sejumlah NGO  dan media massa.

Diskusi ini dipandu oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kupang, Thomas Polin.  

Sekda Obet mengatakan, bicara tentang Kabupaten Layak Anak tidak semata untuk kepentingan Kabupaten Kupang saja, namun  mencakup seluruh Indonesia.  Dengan demikian menjadi rujukan bersama baik orangtua, lingkungan  dan para guru dalam membina anak-anak.

Baca juga: Lintas Medan dan Operasi Darat, Prajurit Yonmarhanlan VII Taklukan Medan Oesina di Kabupaten Kupang 

Oleh karena itu kata Sekda Obet, aturan diadakan untuk  memberi penguatan kepada anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya.  Aturan menjadi rujukan atau pedoman dalam membentuk karakter anak-anak.    

Sekda Obet mengatakan, nun jauh di kampung-kampung, anak- anak masih diberi pekerjaan yang cukup berat oleh orang tua dan guru.

Mereka memikul air, mencari kayu api untuk kepentingan masak serta bekerja di kebun usai sekolah.

Sesungguhnya itu tak boleh karena merupakan bentuk kekerasan kepada anak-anak. Selain itu, perlakuan kekerasan baik secara verbal maupun fisik lainnya masih banyak terjadi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved