Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 22 September 2021: Pusat Hidup
Yesus memanggil dan mengutus para rasul untuk menjalankan misi kemanusiaan: menyembuhkan orang dari berbagai penyakit
Renungan Harian Katolik Rabu 22 September 2021: Pusat Hidup (Luk 9:1-6)
Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD
POS-KUPANG.COM - Yesus memanggil dan mengutus para rasul untuk menjalankan misi kemanusiaan: menyembuhkan orang dari berbagai penyakit dan membebaskan mereka dari cengkeraman kuasa setan.
Fakta yang menarik yang perlu kita catat adalah bahwa dalam seluruh proses itu, Yesus tetap menjadi pusat dari seluruh aktivitas para rasul. Dialah yang yang memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka (Luk 9: 1).
Pengutusan para rasul berlangsung setelah dalam perjalanan waktu, para murid “ada bersama” Yesus, mengalami seluruh hidup Yesus dan membiarkan diri mereka “dipenuhi” oleh seluruh “kekuatan” Yesus.
Para murid mengalami sendiri bagaimana Yesus “membagikan” hidup-Nya kepada mereka.
Dasar “ada bersama” Yesus inilah yang memungkinkan proses pengutusan para murid ini berlangsung.
Artinya, Yesus tetap menjadi fokus hidup dan karya para rasul ke mana pun mereka semua diutus.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 22 September 2021: Setia Ikut Yesus
Para rasul tidak mengangkat diri mereka sendiri. Mereka juga tidak memiliki kharisma khusus atau alamiah sejak lahir.
Status para rasul sebagai utusan Tuhan terbentuk dalam “ada bersama” dan “hidup bersama” serta “menerima kekuatan” Yesus selama berziarah di tanah Palestina.
Hanya relasi pribadi yang intens dengan Yesus-lah yang membedakan mereka dengan orang-orang lain.
Yesus memberikan tenaga dan kuasa kepada kedua belas murid-Nya untuk menguasai setan-setan dan menyembuhkan penyakit-penyakit (Luk 9: 1).
Kuasa untuk menyembuhkan orang sakit sudah tercakup karena pada masa itu segala penyakit merupakan akibat ulah roh-roh jahat.
Kuasa yang dimiliki para murid bersumber dan datang dari Yesus.
Para murid Yesus hanyalah orang-orang sederhana. Latar belakang pendidikan filsafat dan teologi tidak pernah mereka alami.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Terang Dunia
Rupanya karena alasan itu sehingga para rasul tidak pernah terdengar arogan dan main kuasa.
Justru para rasul selalu merasa tidak mampu, kadang takut berhadapan dengan kenyataan berat dan membutuhkan iman yang lebih besar dalam menjalankan karya pewartaan.
Maka Yesus memberikan kekuasaan dan otoritas atas realitas-realitas fisik maupun spiritual kepada mereka untuk meneguhkan.
Seluruh inisiatif pengutusan berasal dari Yesus. Para rasul hanyalah utusan Yesus.
Kita yang hidup zaman ini bisa belajar dari para rasul. Kita telah sekian lama mengikuti Yesus. Entah secara mendalam maupun sekadar i tertulis kartu tanda penduduk (KTP).
Hal yang utama adalah bahwa kita semua pengikut Yesus. Kualitas sebagai murid Tuhan pasti berbeda di antara kita.
Tuhan telah menitipkan kuasa dan tenaga dalam diri kita masing-masing. Imanlah yang akan menentukan: apakah kualitas iman itu benar-benar menjadi realitas dalam hidup harian kita.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 17 September 2021: Berkeliling dan Berbuat Baik
Iman yang terungkap dalam tindakan belas kasih menjadi tolok ukur apakah kita masih hidup atau sudah menjadi mayat yang masih berjalan-jalan di atas dunia fana ini.
Iman yang kita pupuk setiap saat hendaknya tidak hanya berhenti sekadar kesalehan privat semata, tapi mesti kita “wartakan” menjadi kesalehan sosial dalam seluruh hidup dan karya tiap hari.
Kasih adalah identitas utama setiap pengikut Kristus.
Tuhan tidak membutuhkan orang saleh untuk diri sendiri, tapi untuk membahagiakan dan menggembirakan orang lain.
Ukuran keselamatan pada pengadilan terakhir bukanlah seberapa sering kita mengikuti ritus-ritus liturgi, tapi berapa kali engkau mengasihi sesamamu yang kecil, tertindas dan terpinggirkan.
Ritus-ritus rohani hendaknya menjadi gelombang yang mengempaskan egoisme spiritual pada pantai kesadaran untuk menjadi sumber kebahagiaan dan kegembiraan bagi semua orang.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Pergilah Jadikanlah Semua Bangsa Murid-Ku
Tangung jawab ini tidak ringan. Semua ini hanya mungkin ketika Yesus menjadi pusat seluruh hidup dan karya kita.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 22 September 2021:
Bacaan I : Ezra 9:5-9
Dalam masa perbudakan, kami tidak engkau tinggalkan, ya Tuhan
Ketika mendengar berita tentang dosa umat Israel, aku, Ezra, mengoyakkan pakaian dan jubahku, dan duduk tertegun.
Pada waktu kurban petang bangkitlah aku dan berhenti menyiksa diri.
Lalu aku berlutut dengan pakaian dan jubahku yang koyak-koyak; sambil menadahkan tanganku kepada Tuhan, Allahku, aku berkata, "Ya Allahku, aku malu dan mendapat cela, sehingga tidak berani menengadahkan mukaku kepada-Mu.
Dosa kami telah menumpuk mengatasi kepala kami dan kesalahan kami telah membubung ke langit.
Sejak zaman nenek moyang kami sampai hari ini kesalahan kami besar, dan oleh karena dosa kami maka kami sekalian dengan para raja dan para imam diserahkan kepada raja-raja negeri asing.
Kami diserahkan dalam kuasa pedang, ditawan, dijarah dan dihina di depan umum, seperti yang terjadi sekarang ini.
Tapi kini kami mengalami kasih karunia Tuhan, Allah kami.
Ia meninggalkan pada kami orang-orang yang terluput, dan memberi kami tempat menetap di tempat-Nya yang kudus.
Allah kami membuat mata kami bercahaya dan memberi kami sedikit kelegaan di masa perbudakan kami.
Sekalipun kami menjadi budak, tetapi dalam perbudakan itu Allah tidak meninggalkan kami.
Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat keleluasaan untuk membangun rumah Allah dan menegakkan kembali reruntuhannya, serta memperoleh tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem."
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan : Tobit 13:2,3-4a,4bcd,5,8
Refr.: Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya
- Memang Allah menyiksa, tetapi juga mengasihani, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati, tetapi menaikkan juga dari sana; tidak seorang pun luput dari tangan-Nya.
- Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup. Sebab Dialah Tuhan kita, Dialah Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.
- Jika dengan segenap hati kamu berbalik kepada-Nya, dan dengan segenap jiwa berlaku benar di hadapan-Nya, niscaya Ia pun berbalik kepada kamu, dan wajah-Nya pun tidak disembunyikan-Nya terhadap kamu.
- Pandanglah apa yang dikerjakan-Nya bagi kamu, muliakanlah Dia dengan segenap mulut. Pujilah Tuhan yang adil dan agungkanlah Raja yang kekal.
- Aku memuliakan Dia di tanah pembuanganku, kunyatakan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada kaum berdosa. Bertobatlah, hai orang-orang berdosa, lakukanlah apa yang benar di hadapan-Nya.
- Siapa tahu Ia berkenan akan kamu dan menjalankan belas kasihan kepada-Mu.
Bacaan Injil: Lukas 9:1-6
Ia mengutus para murid mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang sakit
Sekali peristiwa Yesus memanggil keduabelas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
Ia mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang-orang.
Yesus berkata kepada mereka, "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan.
Jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
Apabila kalian diterima di suatu rumah, tinggallah di situ sampai kalian berangkat dari situ.
Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kalian, keluarlah dari kota mereka, dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka."
Lalu pergilah mereka, dan menjelajah segala desa, sambil memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-steph-tupeng-witin-svd.jpg)