Selasa, 9 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 21 September 2021, Pesta St. Matius, Rasul: Inovasi

Pemimpin yang inovator mampu membaca situasi "real time" yang dihadapi dan melihat pada diri orang yang dibutuhkan untuk bersama dia menjawabi situasi

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
RD. Fransiskus Aliandu 

Renungan Harian Katolik Selasa 21 September 2021, Pesta St. Matius, Rasul: Inovasi (Matius 9:9-13)

Oleh: RD. Fransiskus Aliandu

POS-KUPANG.COM - Kata inovasi, kreatif belakangan semakin sering terdengar di radio, televisi, maupun percakapan sehari-hari. Hal tersebut wajar terjadi mengingat situasi saat ini menuntut siapa pun untuk mencari cara agar bisa "survive" dan berkembang maju.

Inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru, atau pembaharuan; usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan individu yang mengelilinginya agar tercipta peluang dan tertemukan cara baru saat berhadapan situasi blok, mandek.

Seorang inovator memiliki kemampuan untuk melihat peluang dan melahirkan ide baru. Ia jeli memilih sumber daya yang akan digunakan dan juga mempunyai keberanian untuk mewujudkan segala ide barunya itu menjadi sesuatu yang bermanfaat baginya dan bagi banyak orang lain.

Pemimpin yang inovator mampu membaca situasi "real time" yang dihadapi dan melihat pada diri orang yang dibutuhkan untuk bersama dia menjawabi situasi dan tuntutan kebutuhannya.

Ia mengesampingkan stereotipe yang melekat pada diri orang, tapi ingin mengubah lalu mendayagunakan kelebihan orang untuk mewujudkan cita-citanya. Ia mengubah kelebihan pribadi dan keterampilan orang dalam hal buruk menjadi sebuah kekuatan dalam hal yang baik.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 21 September 2021, Pesta Santo Matius: Tulisan Kasih

Pandangan dan strategi, pola, cara kerja yang biasa dan yang diagungkan adalah yang diandalkan orang-orang yang dilihat baik. Mereka inilah yang sering digunakan dalam berbagai keperluan.

Namun inovator punya strategi yang lain. Ia tak hanya menggunakan orang-orang baik, melainkan juga orang biasa, sederhana, bahkan yang belum baik, tapi mau berubah dan bisa diubah serta berpotensi besar dalam karya bersamanya, bisa mewujudkan cita-citanya.

Dalam perspektif ini, kita memaknai pesan dari kisah Yesus memanggil Matius, seorang pemungut cukai.

Di mata publik Matius itu bukan seorang yang baik. Memang ia adalah pegawai pajak, sebuah profesi yang memberinya status sosial yang tinggi.

Tapi sudah jadi rahasia umum bahwa profesinya itu sarat korupsi dan manipulasi berbaur intimidasi, tekanan, dan premanisme. Maka sudah barang tentu stereotipe sebagai orang berdosa sudah dicap pada dirinya.

Tapi siapa sangka, Yesus justru memanggilnya. "Ikutlah Aku" (Mat 9:9).Tentu tak boleh dikesampingkan bahwa pemanggilan dirinya, terkait misi Yesus yang datang untuk memanggil orang berdosa. "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa" (Mat 9:13).

Namun haruslah direnungkan mendalam bahwa pemanggilan itu pun setidaknya lantaran Yesus melihat sesuatu yang "baik dan indah" dalam dirinya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Terang Dunia

Di mata Yesus, ada potensialitas yang dimiliki oleh Matius untuk jadi baik. Bahwa ia bisa diubah dan berubah. Ia bisa diandalkan dengan kualitas keterampilan dan keahliannya untuk membuat pewartaan kabar gembira menjadi menarik dan berdaya guna.

Yesus pun memanggil kita untuk berubah, dari penjala uang dan materi menjadi penjala manusia; dari penjala jasmani menjadi penjala hati-rohaniah; dari penjala karier dan pretasi-prestise, menjadi penjala citra Allah yang sejati, dari penjala nilai-nilai insani, menjadi penjala nilai-nilai ilahi. Ada perubahan paradigma, mindset.

Ia memanggil kita untuk mendayagunakan keahlian dan keterampilan kita untuk membumikan kabar gembira dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif. Mata tajam-Nya, Ia melihat diri kita, bahwa kita punya sesuatu untuk berubah diri dan memberikan sesuatu yang baru dalam karya pewartaan kabar gembira.*

Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 21 September 2021:

Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab.
Ilustrasi bacaan renungan harian Katolik dari Alkitab. (POS-KUPANG.COM/AGUSTINUS SAPE)

Bacaan I : Efesus 4:1-7.11-13

Ada macam-macam tugas pelayanan demi pembangunan umat

Saudara-saudara, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, menasihati kamu, supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, kamu hidup sepadan dengan panggilan itu.

Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu.

Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: Satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, menyertai semua dan menjiwai semua.

Akan tetapi, kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita Injil, gembala umat, maupun pengajar; semuanya itu untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi tugas pelayanan demi pembangunan tubuh Kristus.

Dengan demikian, akhirnya kita semua mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan

Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan: 19:2-3.4-5

Refr.: Nama Tuhan hendak kuwartakan di tengah umat kumuliakan

  • Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya; hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya kepada malam berikut.
  • Meskipun tidak berbicara, dan tidak memperdengarkan suara, namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya, dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bacaan Injil : Matius 9:9-13

Berdirilah Matius, lalu mengikuti Yesus

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!”

Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia. Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.

Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit.

Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Demikianlah Injil Tuhan

Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved