Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Terang Dunia
Injil Lukas hari ini mengajak kita semua untuk menjadi Terang Dunia. Kita menerima Terang Kristus saat kita dibaptis.Terang itu perlu dipelihara
Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Terang Dunia (Luk 8:16-18)
Oleh: RD. Eman Kiik Mau
POS-KUPANG.COM - Injil Lukas hari ini mengajak kita semua untuk menjadi Terang Dunia. Kita menerima Terang Kristus saat kita dibaptis. Terang itu perlu dipelihara dan dipancarkan. Terang kita dapat dirasakan oleh orang lain bila Kristus tinggal di hati kita dan terang-Nya menyala-nyala.
Perkara kita tidak memancarkan Terang Kristus, bukan karena kita menyembunyikan Kristus itu, tetapi terang itu memang tidak menyala-nyala di hati kita. Bila Kristus hidup di hati kita dan menyalakan terang, maka tugas kita adalah membuat terang itu menyala-nyala agar dapat dilihat dunia.
Melalui renungan ini, kita sadar bahwa kita telah menerima Terang Kristus. Oleh karena itu, tugas kita adalah membuat terang yang masih kecil itu menyala-nyala. Semoga segala usaha kita dalam misi menjadi Terang Dunia selalu diberkati.
Hari ini Gereja memperingati *Santo Andreas Kim Taegon, Imam dan Santo Paulus Chong Hasang, dkk, Martir dari Korea.*
Santo Andreas Kim Taegon pernah berkata, "Jadilah orang Kristiani bila engkau berharap untuk berbahagia setelah meninggal dunia, karena Tuhan memiliki hukuman abadi bagi mereka yang menolak untuk mengenal Dia!"
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 15 September 2021: Dukacita Mendahului Kemenangan
Peringatan para Martir Korea hari ini menunjukkan penghormatan Gereja terhadap semangat iman umat Katolik Korea yang tiada taranya.
Pastor Andreas Kim Taegon, imam pribumi Korea yang pertama, dan Bapak Paulus Chong Hasang, seorang rasul awam yang tanpa kenal lelah menjadi katekis dan pelayan umat.
Kita mau belajar dari Sabda Tuhan hari ini:
Pertama, kita sadar bahwa Allah selalu mencintai kita. Kita mesti setia beriman kepada Allah.
Kedua, semangat pemberian diri dan pengorbanan seperti Andreas dan Paulus patut menjadi semangat kita. Kita mesti rela berkorban bagi orang lain. Berkorban adalah jalan menuju keselamatan karena inilah yang dikehendaki Tuhan dari kita.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 20 September 2021: Telinga dan Hati
Tuhan Yesus, kobarkanlah selalu hati setiap murid-Mu untuk setia menjadi saksi iman akan Engkau dan pewartaan Sabda-Mu, seperti dahulu telah dilakukan oleh Santo Andreas Kim Taegon dan kawan-kawan hingga akhir hidup mereka. Amin.*
Teks Lengkap Bacaan Renungan Katolik 20 September 2021:
Bacaan I : Ezra 1:1-6
Barangsiapa termasuk umat Allah, hendaknya ia pulang ke Yerusalem dan mendirikan rumah Allah
Pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja negeri Persia, Tuhan menggerakkan hati Koresh untuk menggenapkan firman yang diucapkan Nabi Yeremia.
Maka di seluruh kerajaan diumumkan secara lisan maupun tulisan demikian, “Beginilah perintah Koresh, raja Persia: ‘Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Allah semesta langit. Ia menugasi aku mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda.
Barangsiapa di antara kalian yang termasuk umat Allah, semoga Allah menyertai dia!
Hendaknya ia berangkat pulang ke Yerusalem yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah Tuhan, Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem.
Dan setiap orang Israel yang masih hidup, di mana pun ia berada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah di Yerusalem’.”
Maka, berkemas-kemaslah kepala-kepala keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta imam dan orang-orang Lewi; pendek kata setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah Allah yang ada di Yerusalem.
Dan semua orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, dan dengan pemberian yang indah-indah, selain segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela.
Demikianlah Sabda Tuhan
Syukur kepada Allah
Mazmur Tanggapan: 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6
Refr.: Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan
- Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawaria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
- Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
- Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
- Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Bacaan Injil: Lukas 8:16-18
Pelita ditempatkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk dapat melihat cahayanya
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur; tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah melihat cahayanya.
Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu perhatikanlah cara kalian mendengar.
Karena barangsiapa sudah punya akan diberi, tetapi barangsiapa tidak punya, apa pun yang dianggap ada padanya, akan diambil.”
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-eman-kiik-mau_02.jpg)