Breaking News:

Berita Flores Timur

Alasan PKB dan Nasdem Tarik Dukungan Mosi Tidak Percaya Terhadap Ketua DPRD Flotim

Fraksi Nasdem dan PKB akhirnya menarik dukungan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Flores Timur, Robertus Rebon Kereta yang dilayangkan tim-16 beb

Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Ketua , Ahmad Mukhtar dan Sekertaris Fraksi PKB, Muhammad Mahlin 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Fraksi Nasdem dan PKB akhirnya menarik dukungan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Flores Timur, Robertus Rebon Kereta yang dilayangkan tim-16 beberapa waktu lalu. 

Tim 16 yang terdiri dari empat fraksi, Nasdem, PKB, PAN dan Gerindra ini sebelumnya menyatakan mosi tidak percaya karena menilai keputusan Ketua DPRD yang menolak pembentukan pansus penelusuran dana covid-19 tahun 2020 sebesar Rp 14 miliar. 

Meski Nasdem dan PKB menarik dukungan mosi tidak percaya, namun Fraksi PAN dan Gerindra kini masih bertahan dengan sikap politiknya. 

Sekertaris Fraksi PKB, Muhamad Mahlin, mengatakan lahirnya mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD itu berawal dari usulan pembentukan pansus tim 16 terkait dana covid-19. Meski usulan itu ditolak, namun target tim 16 sudah terjawab dengan lahirnya rekomendasi lembaga DPRD ke BPK Perwakilan NTT untuk melakukan audit investigasi terhadap dua OPD yakni, Dinas Perkebunan dan BPBD. 

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sumba Timur,  Masih Ada 13 Ribu Dosis di Dinas Kesehatan 

Hak itu, kata dia, menjadi alasan PKB menarik dukungan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD. 

"Kronologi awal adanya mosi tidak percaya karena usulan pansus ditolak melalui keputusan ketua DPRD yang kami nilai otoriter. Dan mosi tidak percaya itu efektif. Buktinya, Ketua DPRD tidak memimpin rapat. Dan sekarang, target kita untuk penelusuran dana covid itu sudah selesai lewat lahirnya rekomendasi. Artinya kita sudah berhasil. Jika ada problem lain atau terjadi masalah baru dalam dinamika forum, kita bisa buat lagi mosi tidak percaya.  Politik tidak bisa dibaca secara matematis. Alasan kita sederhana saja,  yang kita minta penggunaan dana covid diusut, sudah selesai dengan rekomendasi ke BPK," ujarnya kepada wartawan, Jumat 17 September 2021. 

Mahlin membantah jika penarikan dukungan mosi tidak percaya itu lantaran perpecahan di tubuh tim 16. 

"Tim 16 sampai sekarang tetap solid. Ini soal dasar lahirnya mosi tidak percaya karena usulan pengusutan dana covid melalui pansus di dua OPD sudah selesai lewat rekomendasi ke BPK," katanya. 

"Langkah mosi tidak percaya relatif sukses yang dibuktikan ketua dewan tidak pernah memimpin sidang  penelusuran dana Covid 19. Artinya surat mosi tidak percaya 16 anggota itu sudah didengar oleh ketua dewan tentu dengan berbagai pertimbangan. Alhasil, rapat gabungan komisi sudah sesuai harapan kita bahwa lembaga DPRD menyurati BPK RI perwakilan NTT untuk melakukan audit investigasi. Karena itu, menurut kami, mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD sudah tidak efektif dan tidak memiliki dasar, karena rapat gabungan komisi sudah memenuhi tuntutan kami," sambungnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved