Breaking News:

Berita Sumba Timur

Kasus Dugaan Korupsi Dinas Pendidikan, Kejari Sumba Timur Rampungkan Pemeriksaan 53 Saksi 

terdapat kekurangan pembayaran gaji non guru dan guru TK, SD, dan SMP di Sumba Timur, pada 2019 senilai Rp 6.386.152.100.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala Seksi Intel Kejari Sumba Timur, Doniel Ferdinand, SH 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumba Timur telah merampungkan pemeriksaan seluruh saksi dalam kasus dugaan korupsi pada Dinas Pendidikan Sumba Timur. 

Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Timur Okto Rikardo SH, melalui Kepala Seksi Intel Doniel Ferdinand, SH menjelaskan hingga kini pemeriksaan saksi telah dilaksanakan untuk melengkapi berkas perkara tersebut. 

"Kita sudah selesaikan pemeriksaan terhadap 53 saksi termasuk saksi mahkota dalam perkara ini," kata Doniel saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di Kejaksaan Negeri Sumba Timur, Selasa 14 September 2021.

Doniel menjelaskan, rangkaian pemeriksaan saksi tersebut dilakukan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait termasuk dari instansi pemerintahan di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumba Timur seperti Dinas Pendidikan serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Pihak Kejaksaan Negeri, kata Doniel, memberi apresiasi kepada para saksi yang disebutnya kooperatif dalam memberikan keterangan saat diminta. 

Baca juga: Dewan Telah Selesaian Pembahasan KUA PPAS Perubahan Kabupaten Sumba Timur 2021

"Mereka kooperatif. Termasuk saat memberi keterangan tambahan mereka kooperatif datang dan memberi keterangan. Satu sama lain terkait. Kita apresiasi," ujar dia. 

Para saksi kini menjalani penahanan di rumah tahanan Polres Sumba Timur sejak 18 Mei 2021. "Kita bekerja sesuai dengan SOP. Kalau masa penahanan tersangka sampai dengan 2 Oktober 2021 nanti," ujar dia. 

Dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan daerah di Dinas Pendidikan Sumba Timur tahun anggaran 2019 itu, Kejaksaan Negeri Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur telah menetapkan lima pegawai negeri sipil (PNS) sebagai tersangka pada 19 Mei 2021.

Mereka terdiri dari MM, AR, YR, HP, dan YW yang merupakan ASN aktif di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur periode 2019.

Berdasarkan keterangan Kepala Kejaksaan Negeri, Okto Rikardo, para tersangka diduga menyelewengkan anggaran pembayaran gaji dan tunjangan para ASN di Dinas tersebut.

Penyelewengan itu dilakukan dengan membayar gaji kepada ASN yang sudah tidak berhak karena pensiun, meninggal dunia, mutasi eksternal, serta pemberhentian tidak hormat dan cuti di luar tanggungan negara sebesar Rp 919.968.800.

Baca juga: Polres Sumba Timur Gelar Vaksinasi Presisi di Dua Lokasi, Target 1000 orang Dalam Sehari

Selain itu, terdapat kekurangan pembayaran gaji non guru dan guru TK, SD, dan SMP di Sumba Timur, pada 2019 senilai Rp 6.386.152.100.

Dalam kasus tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp 7.306.120.900. (*) 

Berita Sumba Timur Terkini

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved