Breaking News:

Dinkes NTT Gandeng PPNI dan Unicef Tingkatkan Cakupan Imunisasi Rutin di Masa Covid-19

Cakupanrutin imunisasi di NTT lebih rendah dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
Dinkes  NTT Gandeng  PPNI dan Unicef  Tingkatkan  Cakupan  Imunisasi  Rutin  di  Masa  Covid-19
Pos-Kupang.Com
SATUKAN TEKAT -Pihak Dinas Kesehatan NTT, PPNI dan UNICEF serta nara sumber foto bersama usai kegiatan di Hotel Neo, KUpang, Selasa, 14 September 2021.

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Gerardus Manyella

POS KUPANG.COM, KUPANG -Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), didukung oleh Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI)Provinsi NTT bersama UNICEF Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat dan Timur, berkolaborasi dalam program penguatan mutu dan cakupan imunisasi rutin pada masa pandemi Covid -19.

Beberapa kendala yang ditemukan dalam pelayanan imunisasi rutin anak terjadi akibat penghentian layanan
disertai penurunan permintaan terhadap imunisasi anak yang disebabkan oleh keresahan penularan virus Covid -19.

Berdasarkan hasil studi Riset Dasar Kesehatan (RISKEDAS), terjadi kenaikan cakupan imunisasi dasar lengkap untuk anak umur 12-23 bulan di tahun 2018 (51,57%) dibandingkan tahun 2013 (50,3%).

Cakupan imunisasi dasar lengkap rutin di Pronvisi
NTT sampai bulan Juli 2021 adalah 40,1% dimana target secara nasional adalah 55,3% pada bulan ke-tujuh. Di tahun 2020, cakupan imunisasi dasar lengkap dilaporkan
mencapai 85%. Namun, angka ini belum mencapai rata-rata cakupan imunisasi nasional yaitu 95%.

Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah berbagai penyakit berbahaya.
Sejarah telah mencatat besarnya peranan imunisasi dalam menyelamatkan jiwa dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian. Penyakit seperti cacar, polio, tuberkolosis, hepatitis B (berakibatkan kerhati), difteri, campak, rubella (dansindrom kecacatan bawaan akibat rubella), tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir, pneumonia (radangparu), meningitis (radang selaput otak) dan kanker serviks (akibat Human Papilloma Virus) adalah contoh-contoh penyakit yang terbukti dapat dicegah dengan imunisasi yang tepat.

Dalam kegiatan peluncuran program penguatan mutu dan cakupan imunisasi rutin di Hotel Neo Kupang, 14 September 2021, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Semuel Halundaka, S.IP, M.Si, mengingatkan tidak boleh lengah terhadap kondisi (kesehatan) bayi di NTT pada masa pandemi Covid-19.
Pemberian imunisasi rutin bayi, katanya, harus tetap berjalan karena pemberian imunisasi ini benar -benar berkualitas, halal dan memberikan kekebalan pada
bayi.

Untukmemperkuat pelayanan imunisasi dimasa pandemi Covid-19, katanmya, serangkaian
kegiatan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam kemitraan dengan PPNI
Provinsi NTT dan UNICEF dari September 2021 sampai Maret 2022, antara lain pembuatan strategi penguatan imunisasi rutin di tingkat Provinsi NTT, supervisi untuk meningkatkan performa dan cakupan imunisasi rutin di
Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, Manggarai Barat dan Timur Tengah Selatan, peningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pendataan, termasuk
pencatatan dan pelaporan serta pemantuan di wilayah setempat

Selain itu, penguatan pelayanan imunisasi rutin difasilitas kesehatan swasta, lokakarya implementasi Effective Vaccine Management (EVM) tingkat Provinsi
dan pemantauan di Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Perlu juga lokakarya logistik dan pengelolaan Cold Chain Equipment (Alat Rantai Dingin) di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, promosi imunisasi rutin dan pelibatan masyarakat dalam kampanye imunisasi di
Kota Kupang.

Menurut Aemilianus Mau, Ketua PPNI Provinsi NTT, program ini sangat strategis dalam mendukung imunisasi rutin dan Covid -19 di Provinsi NTT

"Cakupan rutin imunisasi di NTT lebih rendah dibandingkan provinsi lain.Untuk meningkatkan cakupan imunisasi tidak hanya peran tenaga kesehatan, namun juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mereka berperan dalam
mengerakkan orangtua membawa anak untuk dapat diimunisasi. Hal ini akan mengejar ketertinggalan imunisasi hari ini," kata Aemilianus.

UNICEF Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemerintah, baik di tingkat nasional dan sub-nasional dalam pemenuhan hak anak,termasuk pemberian imunisasi.

Dokter Vama Chrisnadarmani, MPH, mewakili Kepala Kantor UNICEF Perwakilan NTT, menyampaikan pemberian imunisasi rutin adalah perlindungan kepada anak- anak terhadap penyakit - penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Melalui kolaborasi dan kerja sama dukungan program penguatan imunisasi rutin ini,
imunisasi dasar lengkap diharapkan dapat mencapai lebih dari 95%, bertambahnya desa atau keluarhan UCI (Universal Child Immunization) serta meningkatnya capaian imunisasi Kabupaten/Kota yang masih tertinggal.

Selain itu, kata dr. Vama, program ini juga diharapkan dapat mendukung program vaksinasi Covid -19 yang berkualitas, baik dari sisi pelayanan maupun dari sisi logistik.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved