Berita Nasional
Fadli Zon Teriak Sektor Perunggasan Nasional Sekarat
Dalam unggahan terbarunya di instagram @fadlizon, Ketua Umum HKTI menyebutkan bahwa saat ini sektor perunggasan nasional sedang sekarat.
Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
Selanjutnya, HKTI juga mendesak agar Pemerintah menyerap kelebihan pasok telur melalui bansos yang diberikan kepada masyarakat.
Penyerapan melalui bansos, katanya, minimal dilakukan sampai pasar telur kembali normal.
"Usulan lain HKTI, cutting tidak dilakukan pada telur tetas, tetapi pada indukan ayam broiler, sehingga meminimalisir rembesan telur tetas ke pasar," demikian Fadli Zon mengakhiri unggahannya.
Seorang netizen yang menanggapi unggahan Fadli Zon merasa heran sektor perunggasan bisa sekarat.
"Aneh kok bisa sekarat pasar kita kan guede bgttttt hadeuuh," tulis hotnews_indo .
Netizen lainnya menyinggung soal rencana impor daging ayam dari Brasil sehingga peternak lokal dimatikan.
"Apakah ada relefansi dengan rencana impor daging ayam dari brazil sehingga sengaja pwternak lokal "dimatikan"???," tulis kamrandawasir.
Fadli Zon sendiri tidak mencantumkan data mengenai harga ayam dan telur yang sedang sekarat di Indonesia.
Namun, berdasarkan data yang beredar di media online, Minggu 12 September 2021, harga ayam broiler di berbagai kota di Indonesia berkisar antara Rp 18.000 - 28.000 per kg.
Sementara menurut berita kompas.com, harga telur di berbagai pasar Jakarta berkisar antara Rp 19.000 - 22.000 per kg.
Mengutip detik.com sebelumnya, ada segudang masalah yang dihadapi sektor perunggasan di Indonesia. Di antaranya terkait harga unggas yang anjlok terus dan loyonya konsumsi masyarakat pada bahan pokok pangan satu ini.
Demi menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menekankan perlunya pembaharuan dan transformasi baik di sisi supply chain maupun dalam hal konsumsi.
Baca juga: Fadli Zon Ditantang untuk Perjuangkan Hak Warga Negara yang Menolak Divaksin, Netizen: Berbicaralah!
Dalam sisi supply chain, harus ada transformasi agar produk perunggasan Indonesia bisa lebih efisien dan kompetitif.
Pasalnya, sebagai bagian dari sistem perdagangan global yang terbuka, Indonesia harus selalu siap untuk bersaing dengan negara lain.
"Menurut saya, trend usaha di sektor perunggasan menuju ke arah yang lebih integrative dari hulu hingga hilir. Sistem yang terintegrasi ini memungkinkan efisiensi dari sisi produksi dan perdagangan sehingga masyarakat bisa menikmati harga yang lebih kompetitif," ujar Jerry dalam dalam Rembug Nasional Perunggasan VIII di Bandung, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 4 Maret 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/fadli-zon-dan-harga-ayam-dan-telur_01.jpg)