Breaking News:

Puasa Daud

Cegah Penyakit Jantung, Berikut Manfaat Puasa Daud, juga Niat Puasa Daud dan Hukumnya

Puasa Daud mempunyai banyak manfaat, salah satunya mencegah penyakit jantung, magh dan lainnya. Berikut manfaat lengkap puasa Daud bagi tubuh.

Editor: Yeni Rahmawati
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa Daud 

NAWAITU SHAUMA DAAWUDA SUNNATAL LILLAAHI TA’AALA

"Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah ta’ala"

Ternyata di balik menjalankan puasa Nabi Daud ada 10 manfaat bagi kesehatan yakni:

1. Dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau sistem imun

2. Mencegah penyakit jantung

Baca juga: 10 Manfaat Puasa Daud Bagi Kesehatan, Lengkap Dengan Niatnya

3. Menjadi detosifikasi alami bagi tubuh

4. Membantu menjaga kesehatan kulit

5. Mengurangi resiko penyakit maag karena jam makan teratur dan terjadwal dengan baik

6. Melancarkan perdaran darah

7. Dapat mengurangi kadar lemak jahat dalam tubuh

Baca juga: Ini Waktu Pelaksanaan Puasa Daud, Tiga Keutamaannya Wajib Diketahui

8. Menjaga kebugaran dan menambah stamina dalam tubuh

9. Menjaga kadar gula darah sehingga menghindarkan dari penyakit kolestrol

10. Mengurangi stres pada otak.

Keutamaan Puasa Daud

1. Dapat Lebih Memperhatikan Ibadah yang Lain

Baca juga: Puasa Daud - Keutamaan, Manfaat Kesehatan, Hukum, Niat dan Tata Cara Puasa Daud

Ada begitu banyak jenis ibadah, begitu pula dengan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap hamba-Nya. Jika seseorang berpuasa setiap hari, maka sudah pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban lain.

Maka dari itu, dianjurkan untuk melakukan puasa Daud agar dapat lebih memperhatikan kewajiban-kewajiban lain yang harus dilakukan, serta dapat meletakan sesuatu sesuai dengan porsi yang pas dan sesuai.

2. Tidak Melakukan Sesuatu Secara Berlebihan

Melakukan sesuatu secara berlebih hingga melampaui batas termasuk dalam bentuk ghuluw atau berlebih-lebihan yang tercela. Begitu pula saat seseorang melakukan ibadah secara terus menerus dan berlebihan.

Selain karena menyelisihi petunjuk dari Rasulullah SAW, ini uga dapat membuat seseorang melalaikan diri dari berbagai kewajiban yang lainnya. Hal ini juga dapat menyebabkan seseorang menjadi malas, kurang bersemangat dan lemas saat melakukan ibadan lainnya.

Baca juga: Keutamaan Puasa Daud, Ibadah Puasa yang Paling Disukai Allah SWT hingga Obati Diabetes Tanpa Obat

3. Hanya Dilakukan oleh Orang yang Mampu

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin RA pernah mengatakan: “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit saat melakukannya. Jangan sampai ia melakukan puasa ini hingga membuatnya meninggalkan amalan serta ibadah yang disyari’atkan lainnya.

Begitu juga dengan belajar ilmu agama, jangan sampai hanya karena melakukan puasa Daud, ia tidak mempelajari ilmu agama. Karena selain puasa Daud ini, masih banyak ibadah lainnya yang harus dilakukan.

Jika banyak melakukan puasa dapat membuat tubuh menjadi lemas, maka janganlah memperbanyak puasa. … Wallahul Muwaffiq.”

4. Seperti Berpuasa Setengah Tahun

Baca juga: Puasa Daud, Puasa Sunnah Terbaik & Tertinggi, Berikut Niat dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Daud adalah sebaik-baiknya puasa. Bahkan, puasa Daud ini memiliki keutamaan yang lebih utama dari puasa sepanjang tahun. ini akan menjadi sesuatu yang baik bagi orang yang hendak mengerjakannya karena ingin mendapatkan pahala.

5. Puasa Sunnah Tertinggi

Puasa Daud merupakan puasa terbaik sekaligus puasa tertinggi dan terberat. Sebab, seseorang tidak boleh berpuasa melebihi ini karena tubuh juga punya hak untuk dijaga. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam sebuah hadis:

“Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah SAW menanyakan kepadaku, ‘Aku mendengar kabar bahwa engkau selalu qiyamul lail dan siangnya berpuasa,’. Aku menjawab: ‘Benar ya Rasulullah,’. Maka Rasulullah bersabda:

Baca juga: Kumpulan Doa Nabi Daud: Doa Agar Suara Merdu Doa Melunakkan Hati yang Keras

‘Berpuasalah dan berbukalah. Shalatlah dan tidurlah! Karena tubuhmu memiliki hak terhadapmu. Istrimu memiliki hak terhadapmu. Dan tamumu juga memiliki hak terhadapmu. Cukuplah bagimu berpuasa tiga hari setiap bulan,’.

Abdullah berkata: ‘Aku bertahan,’. Maka Rasulullah pun bersikeras pula. Akhirnya aku berkata: ‘Ya Rasulullah, aku sanggup lebih dari itu,’. Rasulullah bersabda, “Kalau begitu, berpuasalah tiga hari setiap pekan,’.

Abdullah berkata: ‘Aku bertahan,’. Maka Rasulullah pun bersikeras pula. Aku berkata lagi, ‘Ya Rasulullah, aku sanggup lebih dari itu,’. Rasulullah bersabda: ‘Kalau begitu, berpuasalah seperti Nabi Daud dan jangan lebih dari itu,’.

Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana puasa Nabi Daud itu?’. Rasulullah bersabda, ‘Ia berpuasa sehari lalu berbuka sehari’.” (HR Ahmad).

Hukum Puasa Daud

Baca juga: Keutamaan Puasa Daud, Ibadah Puasa yang Paling Disukai Allah SWT hingga Obati Diabetes Tanpa Obat

Puasa Daud hukumnya sunnah, dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW: “Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Dawud, beliau (Nabi Dawud) berpuasa sehari dan tidak puasa sehari (puasa sehari selang seling).” (HR Bukhari dan Muslim, lihat Al Wajiiz fi Fiqhi Sunnah wal Kitabil ‘Aziiz).

Lalu, bagaimana jika puasa Daud bertepatan dengan hari Jumat, atau hari Sabtu, atau hari Ahad, apakah seseorang boleh berpuasa pada hari itu? Dilansir Konsultasi Syariah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin RA menyatakan:

“Ya, boleh bagi seseorang apabila dia telah terbiasa berpuasa sehari dan tidak puasa sehari kemudian dia berpuasa hari Jumat itu saja (tanpa mengiringi dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya) atau hari Sabtu saja, atau Ahad,

atau di hari-hari yang lainnya selama tidak menabrak hari-hari terlarang untuk puasa, karena apabila dia menabrak hari-hari terlarang untuk puasa maka dia haram berpuasa dan wajib baginya meninggalkan puasanya (tidak boleh puasa).

Misalnya apabila ada seorang lelaki yang berpuasa sehari dan tidak puasa sehari, kemudian (giliran) tidak puasanya bertepatan dengan hari Kamis sehingga giliran puasa (berikutnya) bertepatan dengan hari Jumat maka tidak ada halangan baginya untuk berpuasa pada hari Jumat dalam kondisi demikian,

sebab dia tidaklah berpuasa di hari Jumat karena status hari itu adalah hari Jumat. Akan tetapi karena dia sekedar meneruskan puasa yang biasa dilakukannya. Adapun apabila dia meneruskan puasa yang biasa dilakukannya (dan) bertepatan dengan hari terlarang untuk puasa,

maka wajib baginya meninggalkan puasa seperti apabila (giliran) puasanya itu bertepatan dengan hari Idul Adha atau hari Tasyriq, sebagaimana apabila ada seorang perempuan yang biasa berpuasa sehari dan tidak puasa sehari kemudian dia menjumpai sesuatu yang menghalanginya untuk berpuasa

seperti karena sedang haidh atau nifas- maka saat itu dia tidak boleh berpuasa.” (Diterjemahkan dari Fatawa Arkanil Islam, hal. 492, cet Dar Ats Tsuraya).

Tata Cara Puasa Daud

Sebenarnya, tata cara puasa Daud tidak berbeda dengan puasa lain pada umumnya, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Secara singkat, tata cara dalam menjalanka puasa Daud adalah sebagai berikut:

1. Niat

Niat puasa Daud sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum fajar terbit. Namun karena ini merupakan puasa sunnah, jika lupa maka boleh berniat di pagi hari asal belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apapun yang akan membatalkan puasa.

Meski begitu, di dalam hadis tidak ditemukan bagaimana lafaz daei niat puasa Daud. Selain itu, Rasulullah SAW dan para sahabat beliau juga biasa mengerjakan amal dengan niat namun tanpa dilafadzkan.

Syaikh Wahbah dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafadzkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah agar membantu hati dalam menghadirkan niat.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah SAW. Namun jika ingin mengetahui lafaz niat puasa Daud, yakni:

“Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillaahi ta’aalaa.” Artinya: “Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta’ala,”.

2. Makan Sahur

Makan sahur merupakan salah satu sunnah puasa yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan. Namun jika tidak dilakukan, misalnya karena terlambat bangun dan waktu sahur habis, puasanya tetap sah.

3. Menahan Diri dari Sesuatu yang Membatalkan

Sesuatu yang menjurus kepada batalnya puasa misalnya dengan menahan diri dari makan, minum, berhubungan seksual dan hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa. Ini dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Perlu juga menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa atau menghampakan puasa. Misalnya dengan berdusta, melakukan ghibah, dan segala bentuk kemaksiatan. Nantinya, orang tersebut hanya akan merasakan lapar dan haus saja, dan tidak mendapatkan pahala puasa.

4. Berbuka

Waktu berbuka puasa Daud sama dengan waktu berbuka puasa pada umumnya, yakni ketika matahari terbenam. Menyegerakan buka puasa merupakan salah satu sunnah puasa yang uga baik untuk tubuh untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Bagi orang yang mampu, maka bisa melakukan puasa Daud ini untuk mendapatkan segala keutamaannya

Berita Puasa Daud lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved