Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Pemprov NTT

Gubernur Dukung Laut NTT Dilintasi Kabel Listrik Tenaga Surya

meminta waktu kepada Gubernur NTT untuk melanjutkan komunikasi antar keduanya dalam beberapa bulan kedepan.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
Dok. Humas NTT
Gubernur NTT, Viktor  Bungtilu Laiskodat (tengah, baju kamija biru) saat menerima perwakilan PT. SUN Cable Indonesia.  

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM,  KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  beraudiensi bersama perwakilan PT Sun Cable Indonesia terkait proyek peletakan kabel listrik bawah laut Australia-Asean Power Link (AAPowerLink), di Churchill Wine & Cigar Bar, Hotel Borobudur, pada Kamis 9 September 2021 malam.

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam pertemuan itu menyatakan persetujuannya dan tidak keberatan atas proyek bentang kabel Australia-Singapura yang direncanakan melintasi perairan laut NTT tepatnya yang akan melintang disisi Timur hingga Barat Pulau Sumba serta sisi Selatan Pulau Sabu Raijua itu.

Pertemuan antara Gubernur NTT dengan PT Sun Cable Indonesia sebagai pemegang proyek peletakan kabel listrik bawah laut Australia-Asean Power Link (AAPowerLink) tersebut merupakan tindak lanjut kerjasama sebelumnya yang telah disepakati oleh pemerintah pusat melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Gubernur Laiskodat menekankan kepada pihak perusahaan untuk melanjutkan komunikasi bersama perwakilannya guna membahas efek-efek yang akan ditimbulkan.

Selain itu Gubernur Laiskodat menegaskan kepada pihak perusahaan PT Sun Cable Indonesia agar proyek tersebut dapat memberikan manfaat atas kehadiran mereka di perairan laut NTT.

Baca juga: Pemprov NTT Pastikan Jadwal Pelantikan Thomas Ola Langoday Jadi Bupati Lembata 

"Oke, tidak ada masalah. Pasti kita akan dukung, karena saya tahu ini terbaik untuk dunia. Jelas harus ada manfaatnya. Selanjutnya nanti silahkan paparkan ke tim kami karena tentu ada hal-hal yang harus dipertimbangkan dari segi lingkungan dan fungsi laut. Ditinjau juga apa-apa saja yang dapat mempengaruhi dan sebagainya," jelas Gubernur Lasikodat.

Sementara itu, Contributor Representatif PT Sun Cable Indonesia, Eric Dito menjelaskan bahwa proyek kabel listrik Australia-Singapura yang mereka garap tetap akan melibatkan daerah di Indonesia.

Sebab, proyek pembangkit listrik tenaga surya yang terbentang 12 ribu hektare di Australia itu akan menghubungkan kabel di dua negara tersebut.

Erik Dito juga meyakini jika proyek tersebut juga akan memberikan manfaat kepada daerah NTT. Pihaknya akan melibatkan berbagai pihak di Indonesia, khususnya sumber daya manusia (SDM) lingkup universitas lokal maupun nasional selama proses kegiatan pra-rekontruksi.

“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, atas dukungannya terhadap proyek ini. Kami sangat mengapresiasi dan menindaklanjuti semua masukan dari Bapak terlebih manfaat dari proyek ini untuk kesejahteraan masyarakat NTT,” katanya.

Baca juga: Pemprov NTT Minta Pemkab Sikka Perketat Pasien Isoman

“Ke depan sesuai harapan Bapak Gubernur, kita akan maksimalkan semua potensi yang ada di NTT, dimana jelas ada _transfer of knowledge_. Serta Efek ganda terhadap perekonomian melalui manufaktur dan jasa di Indonesia," tambah Erik.

Setelah ini, lanjut Erik, akan dibawa untuk kembali dibahas bersama petinggi PT Sun Cable di Australia, sebelum akhirnya nanti ditentukan kesepakatan dalam bentuk kerja sama.

Erik juga meminta waktu kepada Gubernur NTT untuk melanjutkan komunikasi antar keduanya dalam beberapa bulan kedepan.

Untuk diketahui, Sun Cable merupakan perusahaan patungan antara raja pertambangan Australia Andrew Forrest dan miliarder teknologi Mike Cannon Brookes.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved