Berita Kota Kupang

Jelang Pembelajaran Tatap Muka Ini yang Dilakukan SMPK Santu Yoseph Naikoten

Menjelang pembelajaran tatap muka, SMPK St. Yoseph Naikoten menyiapkan strategi pemetaan dan pengaturan siswa di dalam ruang kelas

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala SMPK St.Yoseph, Naikoten, Romo. Amanche Frank Ninu, Pr, 

POS-KUPANG.COM-Menjelang pembelajaran tatap muka, SMPK St. Yoseph Naikoten menyiapkan strategi pemetaan dan pengaturan siswa di dalam ruang kelas. Upaya ini sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Kepala SMPK St. Yoseph, Naikoten, Romo. Amanche Frank Ninu, Pr, Kamis (9/9) sejak tahun 2020 lalu, SMPK St Yoseph sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.

"Tahun ini kita juga siap pembelajaran tatap muka langsung secara terbatas. Strategi yang kami tempuh, yakni melakukan pemetaan dan pengaturan siswa di dalam kelas," kata Romo Amanche

Dijelaskan, penerapan protokol kesehatan, bukan saja di luar ruangan seperti mencuci tangan, tetapi di dalam ruang kelas juga diatur terutama jarak tempat duduk dan jumlah siswa setiap ruangan.

Baca juga: Pemkab Ngada Buka Kembali Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

"Sesuai instruksi bapak Walikota, untuk pelaksanaan sekolah atau belajar tatap muka, maka kita sudah siap. Persiapan sarana prasarana protokol kesehatan, tempat cuci tangan dan juga jarak tempat duduk maupun jumlah siswa per kelas," katanya.

Romo Amanche juga mengatakan, di tahun 2020, SMPK St Yoseph juga telah menyiapkan skenario pembelajaran tatap muka terbatas.

"Saya contohkan, di tahun lalu, jumlah siswa kami 459 orang, kita atur siswa yang masuk sekolah tiga rombongan belajar, maksimal 30 orang per rombongan belajar, bahkan, kita buat 10-15 siswa per rombongan belajar," ujarnya.

Dikatakan, saat ini sedang dilakukan persiapan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan peserta yang terpilih mengikuti AKM ke sekolah agar dibekali pembelajaran.

Baca juga: Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dilakukan, Ada Supervisi Akademik

"Anak-anak datang dan kita juga bagi sehingga tidak semua datang serentak. Persiapan kita lakukan, yaitu literasi dan numerasi. AKM ini juga tentu berbasis IT," ujarnya.

Romo Amanche juga mengatakan, selama pembelajaran secara online atau daring, dirinya melakukan pembenahan, seperti menambah kapasitas internet dan juga memberikan konsumsi bagi para guru, karena para guru ini harus bekerja ekstra dari pagi hingga sore.

Sedangkan dana yang digunakan berasal dari BOS, yayasan dan komite sekolah. SMKN 6 Kupang juga sudah mempersiapkan kelengkapan protokol kesehatan menjelang diterapkannya KBM tatap muka.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 6 Kupang, John Sion, S.Ag mengatakan, untuk kesiapan sekolah dan juga protokol kesehatan sudah dilakukan, hanya saja masih menunggu jadwal KBM tatap muka langsung.

"Jadi untuk kesiapan tatap muka sudah kita lakukan persiapan, termasuk persiapan protokol kesehatan. Semua sudah siap, hanya kita menunggu jadwal pelaksanaan belajar dan mengajar tatap muka," kata John Sion.

Menurut John, selain pengaturan protokol kesehatan, pihak sekolah juga sementara berupaya agar siswa di sekolah itu menerima vaksin.

"Agar KBM tatap muka ini bisa berjalan lancar, maka kami juga upayakan agar siswa yang ada juga bisa divaksin. Vaksinasi ini untuk meningkatkan imunitas tubuh siswa," katanya.

Dikatakan, untuk vaksinasi pihaknya bekerja sama dengan Puskesmas Oesapa dan sesuai data yang ada siswa yang sudah terdaftar sebanyak 600 orang. Siswa yang sudah vaksin mandiri sebanyak 150 orang , karena itu jika semua siswa telah menerima vaksin maka KBM tatap muka langsung sudah bisa berjalan.(yel)

Baca Berita Kota Kupang Lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved