Berita Ngada

Pemkab Ngada Buka Kembali Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Pemerintah Kabupaten Ngada ( Pemkab Ngada) membuka kembali pembelajaran tatap muka secara terbatas

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Ngada, Andreas Paru mengunjungi siswa di SDK Kisanata, Kamis 9 September 2021. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM,  BAJAWA-Pemerintah Kabupaten Ngada ( Pemkab Ngada) membuka kembali pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan pembukaan kembali proses pembelajaran tatap muka terbatas tersebut dilakukan secara serentak di Kabupaten Ngada pada Kamis, 9 September 2021.

Bupati Ngada, Andreas Paru melakukan pembukaan kegiatan belajar mengajar secara terbatas di SDK Kisanata, yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah, Pengawas dalam wilayah kota Bajawa dan siswa-siswi SDK Kisanata

Bupati Ngada, Andreas Paru dalam arahannya mengajak seluruh guru, para orangtua dan para siswa untuk menyukseskan pelaksanaan belajar mengajar tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Segera Dilakukan, Ada Supervisi Akademik

Diakuinya, memang pandemi Covid-19 hingga saat ini belum berakhir, bahkan sangat sulit untuk dihilangkan. Untuk itu semua pihak bertugas untuk mengendalikan penyebarannya.

Bupati Andreas berharap, peran serta guru dan orangtua bersama anak didik untuk bahu membahu dan berkolaborasi mengendalikan penyebaran Covid 19 di lingkuntan sekolah.

Menurut Bupati Andreas, kehadirannya di sekolah untuk memberikan semangat dan juga motovasi belajar kepada para anak didik setelah kurang lebih dua tahun tidak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka

Sebab, lingkungan sekolah merupakan titik paling rawan terjadinya penyebaran covid-19, sehingga perlu menjadi perhatian bersama pada saat berangkat dan kembali ke sekolah dan saat isiratahat.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Harus Dilaksanakan Anak-anak Tidak Jadi Generasi Rebahan

"Biasanya sering terjadi kerumuman pada titik ini. Untuk itu, komite, guru dan orang tua harus segera bahas kesepakatan dalam rangka pengendalian Covid-19," ujarnya.

Bupati Andreas juga meminta Supaya orangtua harus menyiapkan sarapan yang baik sebelum anak berangkat ke sekolah dan ketika selesai belajar, orang tua harus segera menjemput anaknya.

Sementara itu, para guru, wajib melakukan evaluasi proses tatap muka terbatas khususnya berkaitan dengan penerapan prokes.

"Kita lihat mana yang kurang dalam penerapan prokes harus diperbaiki. Jangan sampai terjadi kluster baru di sekolah," tegasnya.

Usai memberikan sambutannya, Bupati Andreas meminta kepada anak-anak untuk mensimulasikan penerapan protokol kesehatan mulai dari rumah, sekolah dan kembali ke rumah.

Pada kesempatan itu, Bupati Andreas mengunjungi para siswa yang ada di dalam ruang kelas SDK Kisanata yang sedang mengikuti proses pembelajaran tatap muka terbatas.

Bupati Andreas memotivasi anak-anak untuk semangat dan rajin belajar demi meraih cita-cita. (*)

Baca Berita Ngada Lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved