Breaking News:

Berita Nasional

Jelang Hari Ayam dan Telur Nasional ( HATN) 2021: Yohana Senang Pakan dalam Negeri

Jelang Hari Ayam dan Telur Nasional ( HATN) 2021: Yohana Senang Pakan dalam Negeri

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
PAKAN - Webinar training formulasi pakan unggas tanpa AGP, Rabu 8 September 2021 

POS-KUPANG.COM- Pakan tternak menjadi salah satu aspek terpenting untuk menghasilkan budidaya ternak terutama dalam mencapai tujuan peningkatan produksi ternak dengan status kesehatan ternak.

"Seperti yang kita ketahui Antibiotic Growth Promotor (AGP) merupakan jenis antibiotik yang ditambahkan dalam pakan dengan tujuan meminimalisir bakteri yang merugikan dengan harapan bobot dan rasio pakan lebih baik. Namun di satu sisi penggunaan AGP ini akan menimbulkan risiko pada manusia yang mengonsumsi olahan daging ayam," kata Ketua Panitia HATN 2021, Ricky Bangsaratoe dalam Training Formulasi Pakan Unggas Tanpa AGP yang diselenggarakan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia), Rabu 8 September 2021.

Kegiatan secara virtual ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) dan World Egg Day pada Oktober mendatang di Kupang. Kegiatan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia baik peternak unggas, akademisi dan stakeholder terkait.

Berdasarkan Permentan RI nomor 14 tahun 2017, penggunaan AGP sudah dilarang. Berbagai isu negatif seperti penurunan produktivitas ternak, meningkatnya kasus penyakit dan biaya produksi hingga terjadi penurunan keuntungan.

Baca juga: Jelang Hari Ayam dan Telur Nasional, Pinsar Indonesia Sambangi Pos Kupang

"Pelarangan AGP tersebut menyebabkan industri pakan dan industri obat hewan melakukan berbagai riset dan beberapa negara pun telah melakukan penelitian penggunaan pakan tanpa AGP," jelas Ricky.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Yohana Lisapaly mengucapkan terimakasih telah berperan menyukseskan kegiatan ini khususnya pihak penyelenggara yang juga telah memilih topik pakan unggas pada webinar ini.

"Pakan memang menjadi hal terpenting dalam pengembangan atau pemeliharaan ternak dari aspek kebutuhan dikaitkan dengan kebutuhan ekonomi jika pakan didatangkan dari luar. Tentu sangat didorong untuk bagaimana pakan disiapkan dari dalam," kata Yohana.

Dari aspek kualitas, lanjut Yohana, perlu ada upaya peningkatan berkaitan dengan produktivitas. AGP di sektor peternakan terutama pada ayam ras telah lama digunakan karena diyakini dapat memacu percepatan pertumbuhan berat badan harian dengan cara menaikkan bakteri patogen di saluran pencernaan, meningkatkan efisiensi pakan dan mengurangi mortalitas.

"AGP juga terdiri dari berbagai bahan antibiotik yang dapat membunuh atau menghambat bakteri misalnya diberikan dengan dosis rendah dibawah dosis terapi. Penggunaan antibiotik sebagai growth promotor berkembang sejalan dengan perkembangan industri hewan ternak untuk pangan," lanjutnya.

Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Agus Sunanto, MP selaku keynote speaker menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara kegiatan untuk bisa memberi pencerahan kepada semua peserta terkait pentingnya antibiotik growth promotor pada pakan ternak terutama pakan unggas.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved