Berita Belu
Lapas Kelas IIB Atambua Rutin Kontrol Sistem Kelistrikan
selain mengontrol sistem kelistrikan yang permanen, petugas juga mengecek intalasi liar yang mungkin dilakukan napi di blok-blok.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG. COM, Teni Jenahas
POS KUPANG. COM, ATAMBUA--Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Atambua secara rutin mengontrol sistem kelistrikan di blok-blok penjara.
Kegiatan dengan pola razia ini dilakukan sekali dalam seminggu atau empat kali sebulan.
Hal itu disampaikan Kepala Lapas Kelas IIB Atambua, Edward Hadi ketika ditanya Pos Kupang. Com, Rabu 8 September 2021.
Edward ditanya terkait dengan upaya antisipasi kebakaran di Lapas sehingga peristiwa kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang, Jakarta tadi pagi tidak terjadi lagi di lapas yang lain.
Edward menyampaikan turut prihatin dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang. Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi lapas-lapas untuk selalu mengantisipasi masalah kebakaran.
Baca juga: Hingga Hari Kelima, Korban Banjir Bandang di Malapedho Belum Ditemukan
Untuk Lapas Kelas IIB Atambua, kata Edward, petugas rutin mengontrol sistem kelistrikan di blok-blok.
"Setiap saat kita mengadakan kontrol di blok-blok. Memang masalah yang sangat vital yaitu kelistrikan", kata Edward.
Lebih lanjut Edward mengatakan, selain mengontrol sistem kelistrikan yang permanen, petugas juga mengecek intalasi liar yang mungkin dilakukan napi di blok-blok.
"Kita juga lakukan antisipasi dari segi lain. Jangan sampai ada colokan listrik liar di dalam blok. itu yang kita bersihkan. Kita razia setiap bulan empat kali", paparnya.
Menyikapi kejadian di Lapas Tangerang, tadi pagi Edward sudah memerintahkan kepala kesatuan untuk memberikan edukasi kepada nara pidana dan menghimbau agar tidak melakukan hal hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Saya sudah perintahkan kepala kesatuan untuk memberikan edukasi kepada napi karena hal ini juga untuk keamanan mereka. Kalau terjadi apa-apa, mereka juga yang menanggung akibatnya. Jadi kita lakukan antisipasi", terang Edward.
Baca juga: Realisasi Vaksin Dosis Satu di Kabupaten Belu 41.832 Orang
Menurut Edward, Lapas Kelas IIB Atambua memiliki tiga blok besar dengan kapasitas 150 orang. Setiap ada gangguan kelistrikan, petugas Lapas selalu berkoordinasi dengan PLN sehingga langsung diperbaiki. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/remisi-kepada-nara-pidana.jpg)