Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pemkot Kupang Wajibkan Rapid Antigen Bagi Pengunjung Faskes

Pemerintah Kota Kupang ( Pemkot Kupang) mewajibkan pengunjung fasilitas kesehatan untuk dilakukan rapid antigen

Editor: Kanis Jehola

Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pemerintah Kota Kupang ( Pemkot Kupang) mewajibkan pengunjung fasilitas kesehatan untuk dilakukan rapid antigen. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah testing. Pemkot saat ini gencar melakukan testing dengan target per hari 1000 ditesting.

Informasi ini dikatakan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Rabu 8 September 2021 di kantor Bali Kota Kupang.

"Wajib supaya jumlah yang testing juga tinggi karena kita harus seribu orang per hari sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," kata Herman.

Herman Man menilai dengan testing diterapkan di semua faskes, akan menambah jumlah orang sehingga bisa. Bagi Herman, testing ini bukan untuk menghambat pengunjung dalam kategori pasien ini. Namun,  untuk menjaga kesehatan dan menekan angka penularan.

Baca juga: Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Kupang Mulai Alami Penurunan Kasus

Dengan begitu ia ingin masyarakat tidak takut datang layanan kesehatan seperti posyandu, pustu, puskesmas dan layanan kesehatan lainnya. Herman memastikan tes rapid antigen ini gratis bagi pasien yang datang ke layanan kesehatan yang ada di Kota Kupang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati, mengatakan, upaya untuk melakukan tes di semua fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan pustu merupakan upaya penjaringan kasus.

Dinas Kesehatan, kata Retno, menargetkan per hari dilakukan testing kepada 892 warga Kota Kupang. Untuk itu, cara yang digunakan adalah melakukan skrining sebelum melakukan pelayanan kepada masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan.

Retnowati meminta masyarakat tidak takut dalam upaya ini untuk skrining.  Upaya ini untuk deteksi dini pada Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bisa saja tidak  terpapar covid-19 dan memungkinkan terjadi penularan secara masif.

"Sehingga skrining merupakan upaya yang tepat untuk mencegah penularan masif," kata Retnowati.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved