Breaking News:

Berita Flores Timur

Beritakan Kasus Proyek Bubuatagamu, Kepala Inspektorat Flotim Usir Wartawan

Sangat disesalkan,seorang pejabat publik tetapi berprilaku arogan. Wartawan itu dilindungi UU. Masyarakat juga punya hak mendapatkan informasi

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kepala Inspektorat Daerah Flotim, Antonius Lebi Raya 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Tindakan tak terpuji dipertontonkan Kepala Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Flores Timur, Antonius Lebi Raya.

Ia mengusir wartawan saat dua wartawan yang mendampingi Ketua Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF), Maria Erna Romakia hendak menemuinya di ruangan, Kamis 2 September 2021. 

Dua wartawan yang mendapat perlakuan tak terpuji itu diantaranya, Amar Ola Keda wartawan Pos Kupang dan Rebon Muda, wartawan senitawan.com. 

Aksi arogan Anton Lebi itu saat dua wartawan itu diundang Ketua KRBF menghadiri pertemuan KRBF dengan inspektorat terkait perkembangan kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan talud pengaman pantai di Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan dan talud pengaman pantai di Lamakera Desa Watobuku, Solor Timur, yang hingga kini masih mengendap di tangan inspektorat daerah.

Setelah mengisi buku tamu, Ketua KRBF dan dua wartawan itu diijinkan masuk ke ruangan kepala inspektorat daerah.

Namun, saat tiba di depan pintu ruangan, dengan nada tegas, kepala Inspektorat Daerah langsung mengusir wartawan.

Baca juga: Ini Alasan Askab Flores Timur Dukung Fary Francis Jadi Ketua Asprov PSSI NTT

"Kamu dua (wartawan) di luar saja. Kenapa semua harus di media," ujarnya kepada wartawan. 

Mendapat perlakuan tak menyenangkan, dua wartawan itu pun memilih pergi. 

Ketua KRBF, Maria Erna Romakia mengaku kecewa dengan sikap kepala Inspektorat Daerah Flotim yang mengusir wartawan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved