Berita Nagekeo
Wakil Bupati Nagekeo Kunjungi SDN Nuasele di Keo Tengah
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja kembali melakukan kunjungan kerja. Kali ini, ia ke SDN Nuasele di Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, MBAY-Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja kembali melakukan kunjungan kerja. Kali ini, ia ke SDN Nuasele di Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Senin, 30 Agustus 2021.
Dalam kunjungan kerjanya ke sekolah-sekilah baik SD maupun SMP, Marianus mengungkapkan bahwa maksud dari kunjungan tersebut yaitu ingin melihat secara langsung kondisi fisik sekolah dan bertemu langsung dengan Kepala sekolah, para guru, komite dan pemerintah desa.
"Saya memang harus mengujungi semua sekolah. Saya ingin mlihat dari dekat fisik sekolah, dan omong beberapa hal dengan bapak ibu guru. Kita sekarang sudah masuk di era reformasi pendidikan dan saya ingin mengingatkan bagaimana kita mendidik anak secara baik," ungkapnya.
Sama halnya saat kunjungan ke sekolah lain, Wabup Marianus Waja menuju setiap ruangan kelas untuk mengecek langsung kondisi fisiknya.
Baca juga: Wakil Bupati Nagekeo Lakukan Kunjungan Kerja ke SDK Tonggo di Kecamatan Nangaroro
"Banyak plafon yang sudah mulai rusak. Kelas 1 dan 2 hanya dibatasi dengan sekat yang sederhana. Lalu
Papan tulisnya diusahakan lebih baik dan layak jangan seperti ini," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wabub Marianus juga melihat gambar Presiden RI dan Wakil Presiden yang memakai gambar Wakil Presiden yang lama.
Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh yang tidak baik mengajari bagi anak. Untuk itu, ia meminta kepada sekolah untuk segera mengganti gambar tersebut.
Selain itu, Wabub Marianus meminta supaya buku pelajaran jangan disimpan di sekolah, tetapi harus dibagi ke siswa. Sebab lebih baik buku rusak ditangan siswa, karena dibaca dari pada tersimpan rapi di sekolah.
Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
"Kita harus mulai urus untuk anak. Ruang bagus dijadikan untuk kantor sedangkan ruangan yang jelek kita bagi untuk anak. Ini tidak bagus," tegasnya.
"Kita harus mendukung suasana anak untuk belajar dengan baik dan nyaman. Kita harus mulai berubah. Berikan rasa nyaman dan yang terbaik untuk anak anak kita," ungkapnya.
Sementara itu, Diakhir bincang singkatnya, Wabup Marianus juga mengingatkan Penjabat Kepala Desa Lewa Ngera Fransiskus Batu untuk memperhatikan beberapa persoalan yang ada di Lewa Ngera antara lain JUDI.
"Bapak desa banyak yang jadi penjudi di sini. Saya minta bapak desa serius perhatikan itu. Harus bisa kurangi dan lebih dari itu harus hilangkan. Daerah subur dan makmur nanti akhirnya anak tidak bisa sekolah. Gara - gara judi," tegas Marianus.
Menurut Kepala Sekolah SDN Nuasele, Lasarus Sa, sejak tahun 2012 mereka kekurangan rombel dan mengambil langkah inisiatif untuk menyekat ruangan kelas.
"Beginilah kondisi SDN Nuasele. Jumlah siswa sebanyak 30 orang, kelas 1 sebanyak 5 orang, kelas II 4 orang, kelas III 5 orang , kelas IV 6 orang dan kelas V 10 orang, dan kelas VI tidak ada murid. Karena kekurangan rombel maka kami pakai sekat seperti ini. Sekat yang dibuat sangat sederhana. Kami juga tidak lakukan pungutan uang komite sejak tahun 2012. Untuk guru honor kami bayar dari Dana BOS," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wakil-bupati-nagekeo-kunjungi-sdn-nuasele-di-keo-tengah.jpg)