Kamis, 16 April 2026

Berita NTT

Indonesia Harus Merdeka dari Paham Radikalisme

Anggota MPR/DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT), Abraham Liyanto berharap Indonesia bisa bebas dari paham radikalisme

Penulis: Paul Burin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
SOSIALISASI - Anggota DPD RI, Abraham Liyanto ketika melakukan sosialisasi empat pilar bangsa di Ruteng, Jumat, 25 Juni 2021. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Anggota MPR/DPD RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT), Abraham Liyanto berharap Indonesia bisa bebas dari paham radikalisme. Alasannya, paham itu sangat mengganggu bangsa ini karena ingin menggantikan ideologi Pancasila.

"Kita baru merayakan HUT ke-76 bangsa ini. Kita harus satukan tekad agar bangsa ini bisa merdeka dari paham radikal. Paham itu tidak layak hidup di bangsa ini," kata Abraham saat memberikan kegiatan sosialisasi Empat Pilar di Kupang, NTT, Selasa, 31 Agustus 2021.

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat karena masih terjadi pandemi Covid -19. Di antaranya menjaga jarak, memakai masker dan pembatasan jumlah peserta.

Abraham menilai, bangsa ini telah menguras tenaga dan pikiran dalam melawan paham radikalisme. Pasalnya, banyak kejadian bom bunuh diri di berbagai daerah akibat terpengaruh paham radikal. Banyak juga pengikut paham radikal yang mengafirkan atau meniadakan orang lain yang tidak sejalan pandangannya.

Baca juga: Keluarga Maumere Kupang Deklarasi Tolak Paham Radikalisme dan Intoleransi

"Perbuatan bom bunuh diri adalah aksi teroris. Mengafirkan yang lain bukan merupakan ciri bangsa ini. Itu ciri-ciri teroris yang berhaluan paham radikal. Maka tidak boleh ada paham itu di negara ini," tegas anggota Komite I DPD ini.

Menurutnya, ideologi Pancasila yang dimiliki bangsa ini mengajarkan agar sesama warga negara saling menjaga dan menghormati. Ideologi Pancasila juga mengajarkan bahwa walaupun berbeda-beda latar belakang, tetapi tetap satu, yaitu hidup bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita harus merdeka dari paham ini. Ini mesti refleksi kita di HUT ke-76. Kita harus sama-sama melawan paham radikal agar bangsa ini hidup tenteram," tutur senator tiga periode ini.

Dia menegaskan, Indonesia telah final dengan pilar-pilar yang dimiliki saat ini yaitu Pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Ketika ada ideologi lain seperti paham radikalisme ingin menggantikan empat pilar tersebut maka harus dilawan.

Baca juga: Paham Radikalisme Harus Diwaspadai di Lingkungan Santri, Simak Penjelasannya

"Kegiatan sosialisasi Empat Pilar yang kami lakukan sebagai upaya terus menanamkan nilai-nilai empat pilar ke anak bangsa. Di sisi lain, kegiatan ini untuk melawan paham-paham lain yang ingin menggantikan ideologi negara," tutur Abraham.

Dia mengingatkan Indonesia telah didirikan secara susah-payah oleh para pendiri bangsa. Para pendahulu bangsa telah mengorbankan jiwa dan raga untuk membentuk Indonesia. Dengan perjuangan yang berat tersebut, generasi sekarang tidak boleh menyia-nyiakan. Generasi sekarang harus isi kemerdekaan dengan membangun bangsa secara positif.

"Kita jangan sia-siakan perjuangan pendahulu kita. Mereka telah korbankan nyawa untuk bangsa ini. Mari kita jaga dan rawat agar NKRI tetap hidup sepanjang masa," kata Abraham. (pol)

Baca Berita NTT Lainnya

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved