Breaking News

Berita Internasional

Pasukan Inggris Ditarik, Taliban Langsung Ambil Alih Bandara Kabul, Rakyat Terancam? Begini Sikap AS

Seiring tentara sekutu tinggalkan Afganistan, saat ini Taliban mulai mengambil alih bandara internasional negara tersebut di Kabul.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
foto-foto tentang situasi di Afghanistan kini viral di media sosial. Salah satunya aksi pasukan Taliban mengejek Amerika Serikat dengan mencopot bendera As lalu memancang bendera taliban sebagaimana tampak dalam gambar. 

POS-KUPANG.COM - Seiring tentara sekutu tinggalkan Afganistan, saat ini Taliban mulai menutup satu per satu bandara di negara tersebut.

Bandara di Kabul misalnya, sudah ditutup bagi warga Afghanistan yang ingin keluar dari negara tersebut. 

Penutupan bandara tersebut bertepatan dengan sikap pemerintah Amerika Serikat (AS) menarik mundur semua pasukannya dari negara tersebut.

Meski demikian, pemerintah AS berjanji akan bekerja sama dengan Taliban untuk mengizinkan warga Afghanistan yang sempat bekerja dengan pihak asing pergi setelah tenggat waktu penarikan pasukan.

Baca juga: Taliban Rampas 100 Helikopter Militer Afganistan, Tapi Tak Bisa Diterbangkan Karena ini

Dilansir dari Al Jazeera, Pemerintah AS juga menyatakan, meskipun sebagian besar militer sekutu telah menyelesaikan penerbangan evakuasi, namun AS berencana menunggu hingga batas waktu terakhir.

Meski begitu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan bahwa akan mengevakuasi orang-orang yang terancam oleh Taliban di Afghanistan.

Johnson membahas evakuasi ini dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte melalui panggilan telepon Sabtu kemarin.

Baca juga: Afganistan Diambang Perang Saudara Lagi, 500 Wanita Lebih Angkat Senjata Siap Lawan Taliban

Taliban Ambil Alih Bandara

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan pasukannya telah memegang beberapa posisi di bandara.

Kini mereka juga siap mengambil alih secara damai saat pasukan AS tinggalkan negeri tersebut.

Namun juru bicara Pentagon, John Kirby membantah klaim tersebut.

Kepada Reuters, Mujahid juga mengatakan Taliban telah menunjuk gubernur dan kepala polisi di hampir semua provinsi di Afghanistan. 

Mereka ditugaskan untuk mengatasi permasalahan ekonomi.

Sebelumnya, seorang juru bicara kelompok militan Taliban mengutuk serangan pesawat tak berawak AS kepada ISIS-K.

"Amerika seharusnya memberi tahu kami sebelum melakukan serangan udara. Itu adalah serangan yang jelas di wilayah Afghanistan," kata jubir ini kepada Reuters.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved