Taliban Rampas 100 Helikopter Militer Afganistan, Tapi Tak Bisa Diterbangkan Karena ini
Kegagalan militer pemerintahn Afganistan menahan serangan militan Taliban ternyata memberi dampak pada semua lini militer negara itu
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM -- Kegagalan militer pemerintahn Afganistan menahan serangan militan Taliban ternyata memberi dampak pada semua lini militer negara itu
Setidaknya ada 100 helikopter militer Afganistan yang berhasil di rampas, sementara lainnya berhasil dibawa kabur ke Uzbekistan
Namun, 100 helikopter yang direbut itu tak bisa digunakan oleh Talian
Kini Taliban telah mengejutkan dunia dengan cepatnya mereka berhasil merebut kembali Afghanistan.
Taliban menduduki ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Minggu (15/8/2021).
Baca juga: Afganistan Diambang Perang Saudara Lagi, 500 Wanita Lebih Angkat Senjata Siap Lawan Taliban
Penaklukkan kelompok itu atas ibu kota menandai kembalinya kekuasaan Taliban atas Afghanistan setelah digulingkan selama 20 tahun akibat diinvasi pasukan AS dan sekutunya pada 2001.
Dengan demikian, Taliban juga memegang kendali atas sumber daya alam (SDA) Afghanistan yang melimpah dengan nilai sekitar 3 triliun dollar AS atau sekitar Rp 42.000 triliun, seperti mengutip Tribun Manado.
Nilai tersebut ditaksir oleh mantan Menteri Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan yang lengser setelah Taliban berkuasa.
Reuters mewartakan, SDA yang terkandung di bumi Afghanistan sangat beragam.
Baca juga: Taliban Makin Tegas Copot Bendera Afghanistan Lalu Gantikan dengan Bendera Putih Berkalimat Syahadat
SDA tersebut meliputi, tembaga, emas, minyak, gas alam, uranium, bauksit, batu bara, bijih besi, litium, kromium, timah, seng, batu permata, belerang, travertin, gipsum, marmer, dan lain-lain.
Berdasarkan data Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan dan pemerintah AS yang dikutip Reuters, berikut SDA Afghanistan yang potensial jika pengembangannya tidak direcoki oleh konflik.
Selain SDA, Taliban juga berhasil menguasai peralatan militer Afghanistan, seperti helikopter Mi-17.
Melansir Express.co.uk, Kamis (26/8/2021), lebih dari 100 helikopter buatan Rusia telah jatuh ke tangan Taliban, menurut bos pengekspor senjata negara Rusia.
Baca juga: Ibu-ibu Afganistan Lempar Bayi ke Tentara AS Agar Tak Dibunuh Taliban, Nyawa Sang Ibu Jadi Taruhan
Namun, Taliban mungkin tidak dapat menggunakan sebagian besar barang rampasan mereka, karena mereka tidak memiliki akses ke suku cadang untuk helikopter.
Alexander Mikheev, kepala Rosoboronexporter, mengatakan kepada kantor berita Interfax: "Armada helikopter di sana besar – lebih dari 100 helikopter Mi-17 dari berbagai jenis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/helikopter-militer-afganistan-direbut-taliban.jpg)