Laut China Selatan

Amerika Beri Peringatan Keras ke China Soal LCS Kalau Serang Filipina Sama Halnya Bunuh Diri Sendiri

Presiden Amerika SerikanJoe Biden melalui Menteri Luar Negeri Antony Blinken memberikan peringatan keras kepada China.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Kapal Perang Jepang Harusame dan Amagiri saat berlayar di Laut China Selatan. (REUTERS/MARITIME STAFF OFFICE OF THE DEFENCE MINISTRY OF JAPAN via DW INDONESIA) 

Laporan tersebut menandai ketegangan terbaru antara Filipina dan China di perairan yang kaya sumber daya tersebut.

Melansir BNN Bloomberg, Senin 19 Juli 2021, satu unit kapal tempur China terlihat di Marie Louise Bank, wilayah barat perairan Filipina.

Korps Penjaga Pantai Filipina mulanya memberikan peringatan lisan terhadap kapal tersebut. Setelah diberi peringatan itu, kapal tempur China menjauh dari perairan itu.

Kapal asing itu mengirim pesan radio yang mengidentifikasi dirinya sebagai Kapal Tempur Angkatan Laut China 189.

Korps Penjaga Pantai Filipina menambahkan, kapal China tersebut memninta kapal Filipina yang membuntutinya untuk menjaga jarak.

Baca juga: Pemerintah China Galau, Susah Payah Menjaga Laut China Selatan Malah Sekarang Diserang Seluruh Dunia

“Negeri Panda” mengeklaim sebagian besar dari Laut China Selatan. Klaim tersebut ditolak oleh dunia internasional.

Sebelumnya, China dan Filipina terkunci dalam kebuntuan mengenai Laut China Selatan selama berbulan-bulan.

Ratusan kapal China juga sempat membanjiri perairan yang disengketakan tersebut awal tahun ini.

Filipina telah berulang kali memprotes kehadiran kapal China. Protes tersebut didukung oleh Amerika Serikat (AS).

Sementara Beijing mengatakan tindakannya di Laut China Selatan adalah normal dan sah. Laut China Selatan disebut sebagai bagian dari kedaulatan negara itu. (*)

Berita Lain Terkait Laut China Selatan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved